Showing posts with label Position. Show all posts
Showing posts with label Position. Show all posts

Sunday, November 26, 2017

Tutorial : Posisi 12 Harmonika Diatonik (First Flat)

Helow,

Kali ini langsung saja, saya ingin membahas tentang posisi 12 atau yang sering disebut sebagai "First Flat". Posisi yang cocok buat mainin lagu jazzy ini menuntut kita untuk sudah memiliki kemampuan melakukan teknik Bending secara akurat dan stabil. Mirip dengan posisi ke 2 (CrossHarp), posisi ini pada oktaf pertama lebih banyak menggunakan teknik sedot. Nah, susunan tab harmonika nya pada oktaf pertama adalah seperti berikut :
Videonya bisa disimak di bawah ini, dan pada rekaman ini saya menggunakan harmonika kunci C, sehingga ketika menggunakan posisi 12, berarti saya bermain dalam nada dasar Do = F. O ya, sekaligus juga saya membahas tentang posisi 3 (Slant Harp) yang sebenarnya masih ada hubungan dengan posisi 12 tersebut.

Sedangkan untuk contoh penggunaan posisi ini ada di video berikut ini, dengan catatan, di lagu ini saya menggunakan harmonika kunci A, sehingga nada dasarnya adalah Do = D.

Sila dinikmati! Semoga berguna!

Saturday, June 11, 2016

Two Holes Blues

Hai!

Kalau pas lagi di luar kota, terus kepengen ngajak kopdaran sesama pencinta harmonika, tapi gak ada yang nanggepin, itu rasanya gimanaaaa gitu...ehehehehe....

Tapi, woles lah...kita mah yang penting enjoy. Nah, ceritanya kali ini, daripada manyun gara-gara batal kopdaran, saya ingin berbagi tentang Blues Scale, khususnya kalau kita mau main Blues hanya dengan menggunakan beberapa lubang pada harmonika diatonik.

Ada yang pernah nanya :"Emang bisa ya, main Blues cuma di lubang 1 & 2?"
Kali ini, saya akan menjawabnya ;"BISA!"

Meski hanya dengan menggunakan 2 lubang saja, kita masih bisa kok memainkan musik Blues...
Kita simak ya video berikut ini..maaf kalau TKP nya di kamar mandi...hahahahah....

Semoga berguna ya....Salam Sedot Sebul!




Tuesday, April 19, 2016

Blues Scale pada Harmonika Diatonik

Fiuuhhh…

Setelah sekian lama, akhirnya saya bisa kembali membuat video tutorial tentang
harmonika. Kali ini saya ingin berbagi satu pemahaman dasar mengenai Blues
Scale
. Sebenarnya video ini saya buat karena banyak teman menanyakan cara
memainkan musik Blues dengan menggunakan harmonika diatonik. Nah, sebelum bisa
memainkan musik Blues, pertama kali kita harus tahu tangga nada atau Scale nya
terlebih dahulu. Khusus pada video ini saya hanya membahas tentang nada-nada
yang terdapat dalam Blues Scale pada oktaf pertama.

Oke, tanpa harus banyak cingcong lagi, segera kita simak
video berikut ini. Tetap semangat dan Salam Sedot Sebul!!!


Tuesday, February 10, 2015

Primbon Posisi Harmonika Diatonik

Hei!
Apakah Anda mengalami kebingungan ketika hendak menentukan nada dasar saat memainkan harmonika diatonik Anda?

Nah, mungkin saya bisa sedikit membantu Anda. Silakan cermati tabel yang saya buat ini. Dengan tabel ini Anda dapat dengan mudah menentukan nada dasar permainan musik Anda, terkait dengan kunci harmonika diatonik yang Anda miliki. Di kolom sebelah kiri adalah kolom yang menunjukkan kunci harmonika diatonik Anda.
Sedangkan kolom-kolom berikutnya adalah kolom yang menunjukkan posisi bermain harmonika, dan nada dasar yang dapat Anda peroleh dengannya.
Harap diingat, pada posisi pertama, nada dasar didapat dari lubang 4 TIUP. Posisi ke dua, dari lubang 2 SEDOT. Posisi ke tiga,dari lubang 4 SEDOT.

Saya hanya membuat sampai pada posisi 3, karena terus terang ke tiga posisi itulah yang baru bisa saya kuasai. Maklum, namanya juga masih terus belajar.

Nah, silakan simpan tabel ini, atau kalau perlu dicetak dan disimpan di dalam dompet (heheheh....). Sehingga sewaktu-waktu Anda kebingungan menentukan nada dasar, Anda hanya perlu melihat primbon ini. Hahahahaha....!

Semoga berguna ya!

Salam Sedot Sebul!!!

Monday, December 8, 2014

1st & 2nd Position Harmonica

Mungkin ada yang bertanya, bagaimana sih bedanya permainan lick Blues dengan menggunakan posisi pertama (Straight Harp) dan posisi ke dua (Cross Harp)?

Nah, saya mencoba menjawabnya dengan memainkan satu lick Blues sederhana tetapi dengan 2 harmonika yang berbeda kunci. Dalam hal ini saya menggunakan Hohner Crossover kunci C dan Hohner MarineBand Deluxe kunci F. Dengan Crossover, saya bermain dalam posisi pertama, sedangkan dengan MB Deluxe, saya memainkan posisi ke dua/crossharp. Sehingga kesimpulannya, lick Blues yang saya mainkan nada dasarnya adalah do = C. Masih bingung? Coba baca artikel saya yang ini dan yang ini.

Saat saya bermain dalam posisi pertama, saya lebih banyak main di oktaf atas, karena di situlah saya bisa mendapatkan nada-nada kromatik dengan menggunakan teknik Bending, dalam hal ini Blow Bend. Pada oktaf tengah ini tidak dimungkinkan, kecuali Anda bisa melakukan teknik OverBending. Blow Bend lebih banyak saya lakukan pada lubang ke 9 & 10 tiup.

Sedangkan dengan MB Deluxe kunci F, saya lebih leluasa memainkan lick Blues karena memang posisi ke dua/crossharp adalah memang posisi yang paling pas untuk memainkan lick Blues, berkat adanya sensasi Bluesy akibat dari penerapan teknik Bending, dalam hal ini Draw Bend. Nuansa Blues lebih kental bila dibanding dengan saat saya menggunakan posisi pertama.

O iya, ada satu lagi bedanya. Untuk kord, saat saya memainkan posisi ke dua/crossharp, saya hanya bisa secara jelas membunyikan kord I dan IV, dalam hal ini kord C (lubang 1, 2, 3 sedot) dan kord F (lubang 1, 2, 3 tiup). Beda dengan posisi pertama, kord yang bisa saya dapatkan secara gamblang adalah kord I (kord C, lubang 4, 5, 6 tiup) dan kord V (kord G, lubang 3, 4, 5 sedot).

Jadi kesimpulannya, bahkan dengan menggunakan posisi pertama pun kita masih bisa memainkan lick Blues, meski mungkin tak semenawan posisi ke dua. Posisi Crossharp memang adalah posisi yang paling cocok untuk memainkan lick-lick Blues.

Untuk lebih jelasnya, silakan simak video berikut ini.

Wednesday, April 9, 2014

3rd Position!!! (Posisi Bermain Harmonika Diatonik)

Ah, satu kelegaan lagi muncul, karena akhirnya saya bisa kembali membuat satu video tutorial mengenai salah satu posisi dalam bermain harmonika diatonik.

Kali ini saya ingin berbagi mengenai posisi ke 3 (Third Position), atau  disebut posisi "Slant Harp". Dengan posisi ini kita akan mendapatkan susunan tangga nada minor, yang juga dikenal dengan nama "Dorian mode".
Pada posisi ini, root note atau nada dasarnya bisa didapat dari lubang 1 sedot, lubang 4 sedot atau lubang 8 sedot. Apabila kita menggunakan harmonika diatonik kunci C, maka ketika kita menggunakan posisi ke tiga ini, artinya kita bermain dalam nada dasar Dm (karena tangga nadanya minor). Posisi ke tiga memang sangat tepat digunakan untuk memainkan lagu-lagu minor, bahkan "Blues" pun bisa.

Nah, tanpa banyak ucap, silakan simak video tutorial berikut ini. Mohon maaf bila ada kesalahan-kesalahan yang terjadi, dan kiranya video ini bisa membantu teman-teman sekalian yang ingin belajar mengenai posisi SlantHarp tersebut.



*O iya, sebagai contoh penggunaan posisi ke Tiga ini, silakan simak salah satu video yang sudah pernah saya buat sebelumnya :

Baiklah, selamat mencoba!

Salam Sedot Sebul!

Monday, August 19, 2013

Posisi Dalam Bermain Harmonika Diatonik : Crossharp/2nd Position

Blessing in Disguise…

Mungkin jargon tersebut cukup dapat mewakili munculnya sebuah terobosan baru dalam bermain harmonika diatonik. Seperti yang sudah pernah saya jelaskan, sebuah harmonika diatonik dibuat dengan susunan nada yang disebut : Richter Tuning, dimana ada beberapa nada yang dianggap “hilang”. Hilangnya beberapa nada ini sempat dianggap sebagai sebuah kecacatan.

Namun saat harmonika diatonik diboyong dari Eropa ke Amerika Serikat, dan segera menjadi salah satu alat musik yang popular di kalangan orang kulit hitam, muncullah sebuah fenomena ajaib. Asal tahu saja, orang-orang kulit hitam Amerika pada awal abad ke 20 adalah kalangan yang dianggap rendah, terpinggirkan dan lekat dengan cap Budak. Musik Bluespun sebenarnya muncul dari kalangan ini. Blues kebanyakan bercerita tentang ratapan, kesedihan, pergumulan namun juga pengharapan akan hidup yang lebih baik, di tengah-tengah realita kondisi kehidupan mereka sebagai budak dan kaum marjinal.

Nah, alih-alih menggunakan cara bermain (posisi bermain) yang dominan dengan nada Tiup, orang kulit hitam Amerika menggunakan posisi bermain yang dominan dengan nada Sedot.Root Note atau nada dasarnya dimulai dari lubang ke 2 sedot. Kebetulan juga susunan nadanya sangat pas dengan tangga nada Blues, yaitu adanya nada 7th flat, atau dalam solmisasi disebut “Sa” (Nada Si, turun ½).

Posisi ini disebut 2nd Position, atau juga lazim disebut dengan Crossharp position. Bila kita menggunakan harmonika diatonik kunci C, makan dengan posisi Crossharp, artinya kita bermain dalam kunci G. Untuk mudahnya, bila Anda  mencari kunci pada posisi kedua, cukup tambahkan kunci yang tertulis pada harmonika Anda, dengan 4 nada berikutnya (mengikuti aturan tangga nada mayor). Misalnya, Anda akan menggunakan  posisi Crossharp dengan harmonika kunci D, maka artinya Anda akan bermain dalam nada dasar  D ditambah 4 nada berikutnya : E = F# - G = A .Ya! Berarti nada dasarnya adalah A. 
Jangan lupa, tanda “=” menunjukkan interval 1 nada, sedangkan “-“ artinya interval ½ nada (interval pada tangga nada mayor). 

Perlu saya tekankan, posisi ini memang paling cocok untuk memainkan lagu-lagu Blues. Nada-nada yang didapat melalui teknik Bending sangatlah menjadi ciri khas permainan Blues Harmonica.
Teknik inilah yang kemudian membuat harmonika diatonik memiliki keunikan tersendiri yang mampu membius banyak orang.  Apalagi jika digabungkan dengan teknik hand-cupping, maka sebuah harmonika diatonik dapat menghasilkan suara “melolong”, mirip lolongan serigala yang mampu membuat kecut hati (atau malah jadi galau?!?!).

Susunan tangga nada Blues yang dapat diperoleh dengan menggunakan posisi Crossharp adalah sebagai berikut :

Sementara itu silakan menyimak video tutorial yang sudah saya buat, untuk sekedar menjadi tambahan penjelasan. Namun mohon maaf sekali lagi bila volumenya terlampau kecil. Semoga berguna, ya...

 Salam Sedot Sebul!

Friday, August 9, 2013

Posisi dalam Bermain Harmonika Diatonik: 1st Position

Menakjubkan!

Mungkin itu yang bisa mewakili perasaan saya ketika pertama kali berkenalan dengan harmonika diatonik. Bagaimana tidak, setelah membaca berbagai artikel, dan melihat video di sana-sini, saya tercengang mengetahui fakta bahwa alat musik sekecil itu bisa memainkan berbagai macam kunci/nada dasar. Padahal sebelumnya, saya berpikir, sebuah harmonika diatonik hanya bisa memainkan satu nada dasar saja, yaitu nada dasar yang tertulis di badannya. Fiiuuhhh....bahkan dengan teknik bermain tingkat dewa yang sering disebut teknik Overbend, kita bisa memainkan lagu dengan SEMUA nada dasar, termasuk nada dasar kromatik!

Yah, rahasianya terletak pada hal yang kita sebut dengan Posisi Bermain. Mirip dengan piano, kitapun sebenarnya bisa memainkan sebuah lagu dalam beberapa nada dasar, dengan cara mengubah posisi bermain kita. Posisi yang dimaksud di sini adalah posisi atau letak nada dasar/nada akar (rootnote) kaitannya dengan lubang-lubang pada harmonika, dan cara membunyikannya (sedot/tiup). Ada beberapa posisi bermain harmonika diatonik, namun kali ini saya ingin membagikan sekilas mengenai posisi pertama, atau yang dalam bahasa Inggris disebut 1st Position, atau juga Straight Harp.

Dengan menggunakan posisi pertama ini, berarti kita bermain dalam nada dasar seperti yang tertulis pada badan harmonika diatonik yang kita pakai. Misalkan, pada sebuah harmonika diatonik, ada tertulis kunci C. Bila kita menggunakan posisi pertama, berarti kita bermain dalam nada dasar do=C. Rootnote atau nada dasarnya terletak di lubang 1 tiup, lubang 4 tiup, lubang 7 tiup dan lubang 10 tiup. Ada 3 oktaf yang dapat kita mainkan, yaitu oktaf bawah, oktaf tengah dan oktaf atas. Namun hanya pada oktaf tengahlah, dapat kita temui nada-nada diatonis lengkap yang terangkai dalam tangga nada Mayor. Istilah gampangnya : SOLMISASInya lengkap, yaitu: do-re-mi-fa-so-la-si-do.

Pada oktaf bawah dan oktaf atas, akan ditemui fakta bahwa kita "kehilangan" beberapa nada. Misalkan, pada oktaf bawah,  kita kehilangan nada "fa" dan nada "la". Begitu juga pada oktaf atas, nada yang hilang adalah "si". Sebagai informasi, nada-nada yang "hilang" tadi dapat diperoleh dengan menggunakan teknik Bending, baik Bending Sedot (drawbend) maupun Bending Tiup (blowbend). Namun untuk pemula, saya rasa menggunakan oktaf tengah saja sudah cukup, mengingat semua nada diatonis tersedia di sana.

Diagram sederhana dari susunan nada dengan menggunakan posisi pertama adalah sebagai berikut:

Sementara, saya juga telah membuat sebuah video tutorial (amatir) mengenai posisi pertama ini. Video ini saya unggah sebagai sebuah alat bantu yang diharapkan dapat memberi pemahaman yang lebih baik, karena ada dimensi audio visualnya.

Semoga membantu ya...tapi mohon maaf, bila kualitas videonya kurang baik. Maklum, saya hanya menggunakan sebuah handycam sederhana. Untuk posisi yang lain, tunggu saja tulisan saya berikutnya.



SalamSedotSebul!

Sunday, April 7, 2013

Tak usah buru-buru...

Hey...

Saya yakin semua orang yang sedang belajar harmonika, terutama jenis diatonik, pasti ingin segera bisa memainkan harmonika dengan teknik bending, pada posisi 2, atau 3, dan sebagainya, demi mengejar nuansa musik "Blues" yang memang dapat dihasilkan secara unik oleh alat musik ini.
Tapi kebanyakan pemula justru seringkali merasa frustrasi ketika harus belajar teknik bending tersebut, atau ketika mereka harus memahami pola nada yang digunakan pada posisi 2.

Nah, menurut saya, bagi Anda yang sedang belajar tentang alat musik ini, tak usahlah terburu-buru untuk melesat ke tahap berikutnya, yaitu tahap penggunaan teknik bending, dan sebagainya. Nikmati saja dulu proses belajar tahap dasarnya. Sekali lagi, kuasailah dahulu cara mendapatkan nada tunggal (single note) secara bersih, rapi dan dengan kondisi rileks (jangan tegang). Gunakanlah dahulu posisi 1, yaitu posisi memainkan lagu dengan nada dasar lagu adalah sama dengan kunci yang tercetak pada harmonika.
Lancarkanlah dahulu teknik bernafas Anda. Gunakan diafragma dan maksimalkan ruang dalam rongga mulut Anda, supaya suara yang dihasilkan menjadi lebih sempurna.

O ya, ada sebuah video tutorial yang dibuat oleh seorang pemain harmonika handal (atau kalau boleh saya bilang : Maestro Harmonika Diatonik se-dunia) yang bernama Howard Levy. Beliau memberi contoh penggunaan 1 lagu yang dapat dimainkan secara mudah oleh pemula, tanpa harus pusing dengan teknik bending dan sebagainya. Pemula dapat berlatih memainkan lagu ini untuk membiasakan diri bermain secara bersih, rapi dan rileks. Intinya, tak perlu tergesa-gesa untuk "naik kelas". Nikmati dulu saja prosesnya, hehehe....

Nah, maka dari itu silakan simak video berikut ini...


Uhm...sebelumnya saya perlu memberitahu, untuk teknik bending, dan posisi bermain dalam harmonika, akan saya bagikan pada tulisan-tulisan saya berikutnya. Jadi jangan dulu terburu-buru, sobat! :)