Showing posts with label Harmonica People. Show all posts
Showing posts with label Harmonica People. Show all posts

Saturday, November 11, 2017

Dasar Bermain Harmonika Tremolo

Banyak juga pertanyaan datang ke saya, soal cara bermain harmonika Tremolo.

Wah, jujur, saya agak susah menjawabnya, karena memang saya secara pribadi lebih cenderung fokus di harmonika diatonik. Saya juga nggak punya harmonika Tremolo. Beberapa kali beli, selalu saya jadikan hadiah buat anak-anak, ketika saya "jualan" EO...hehehehhe....
Nah, daripada susah, mending kita dengar nasehat dan petuah dari yang sering mainin harmonika jenis ini deh...Agak telat sih tayangnya, cuma daripada enggak sama sekali ya...? Hehehehe...

Berikut pak Arif Sidarta akan memberikan penjelasan mengenai dasar bermain harmonika jenis Tremolo.

Terima kasih banyak untuk pak Arif, bro Helmy Fairuz, dek Rona Telam Selliy dan masbro R'Van Hermawan yang datang jauh-jauh dari Semarang untuk nggonjrengin dan kasih backing sound...wkwkww...

Sila dinikmati!






Sunday, October 29, 2017

Harmonika dan Kreasi Anak Bangsa.....

Eh, gak sengaja ngubek-ngubek file lama...

Ternyata ada juga kenangan bersama rekan-rekan harmonika yang ada di Jogja, yaitu masbro Mujib dan masbro Pay.

Waktu itu saya bersama Sunu kebetulan sedang sama-sama di Jojga, lalu kami janjian berempat ketemu.

Sebenarnya bukan pada main harmonikanya, tapi lebih kepada kreativitas mas Mujib bikin satu alat yang sungguh revolusioner, yang...yang....
ah, sudahlah...saya nggak kuat ceritanya....abis, mo ketawa mulu....hahahaha.....
Mending liat langsung deh ya....












(Masih) Gerilya Menyebarkan Virus Harmonika

Hai hai...
Wah sudah lama sekali saya tidak posting artikel di sini. Mohon maaf karena lagi padat merayap di kerjaan nih...hehehehe...

Btw, ada masa-masanya saya sama sekali nggak main harmonika, tapi dasar namanya Harpist, kalau nggak main lama itu rasanya gimana gitu. Pasti rindu lagi mencumbu harmonika-harmonika kesayangan. Apalagi kalau ada kesempatan untuk sekalian menularkan virus harmonika ke orang-orang.

Nah, setelah beberapa waktu, ternyata saya dan teman-teman masih mendapat kesempatan untuk boleh bergerilya menularkan virus harmonika dengan cara yang lumayan efektif, yaitu lewat TV.
Bukan pada "masuk TV" nya yang penting, tapi justru saya bersyukur kami dari Pencinta Harmonika (dan khususnya Jakarta Harpist) masih bisa punya kesempatan untuk berbagi cerita mengenai harmonika kepada khalayak ramai secara luas.

Berikut beberapa dokumentasi tentang usaha teman-teman menularkan virus harmonika lewat TV, selama tahun 2017 ini :

iNews TV

iNews TV

JawaPos TV
iNews TV

iNews TV


Mimpi kami sebenarnya sederhana : membuat anak-anak muda Indonesia gandrung akan harmonika. Daripada melakukan hal yang enggak-enggak, mendingan main harmonika kan...

Jadi semoga di masa depan, kami masih bisa punya kesempatan untuk menyebarkan virus harmonika ini, di manapun dan kapan pun, karena memang kami sangat menikmatinya.

Tuesday, April 19, 2016

Jakarta Harpist Live on Sapa Indonesia Kompas TV

Hai hai...

Sekali lagi Jakarta Harpist (plus tentunya juga Pencinta Harmonika) diundang untuk boleh ikutan dalam sebuah acara di stasiun televisi terkemuka. Kali ini Jakarta Harpist diundang oleh Kompas TV untuk tampil di acara Sapa Indonesia.

Pada kesempatan kali ini, yang mewakili adalah bro Sunu, bro Fajri, bro Genta dan saya, ditemani sobat-sobat luar biasa, yaitu sang gitaris, Haickal "The Blues Kid", dan Rendi "Dipil" pada perkusi.

Berikut ini adalah rekamannya,  dan sekali lagi terima kasih buat bro Haickal dan Rendi  yang telah mengiringi teman-teman di Jakarta Harpist.

Selamat menikmati...


...kalau yang ini link dari Kompas TV nya...



Thursday, January 28, 2016

NgeBlues Sek Ben Ora Edan.....

Ya...itu kata orang Amerika...hehehehe...
Gak ding...itu sebenarnya bahasa Jawa yang artinya kurang lebih demikian :
"Nge-Blues dulu biar tidak Gila....!"

Di sela-sela kesibukan dan di antara banyaknya tekanan hidup dan badai yang mendera (lebay yah? hahahah...), paling enak untuk meluapkannya ya lewat Blues.

Kebetulan sudah lama nggak ketemu sama Kongko Cadillac, jadi akhirnya saya putuskan untuk nongkrong bareng pas Kongko main reguleran di salah satu kafe di bilangan Kemang. Janjian sama Sunu, dan ternyata kita cuma berdua yang dari Pencinta Harmonika, maka malam pun terlewatkan dengan sangat manis, ditemani alunan musik Blues dari Kongko Cadillac & Friends.

Jamming-jamming dikit lah ya biar gak stres.....udah lama juga ga sedot sebul, jadi ya, ikutan mejeng di video ini deh...heheheh..

Terima kasih buat Sunu yang udah ngerekamin pake action-cam nya yang baru...wkwkwkwk....

Wednesday, September 30, 2015

Jakarta Harpist @ Indonesia Morning Show, NET TV

Aduy...
Setelah pernah mendapatkan kesempatan untuk menyebarkan virus harmonika lewat radio, yaitu di stasiun radio D Fm dan RRI Pro 2, teman-teman Jakarta Harpist secara tidak diduga mendapatkan undangan wawancara di sebuah acara talkshow milik salah satu stasiun televisi yang sedang naik daun.

Undangan yang mendadak itu kami dapatkan setelah kami membuat acara sederhana di Pasar Santa, 3 hari sebelumnya. Salah seorang anggota grup FB Pencinta Harmonika, yang kebetulan adalah admin akun Twitter @harmonicalovers, yaitu mas Eko, memberitahu saya kalau dia dihubungi pihak NET TV tentang undangan tersebut. Dan dalam waktu singkat akhirnya teman-teman segera bergerak untuk menyiapkan diri memenuhi undangan acara talkshow "Indonesia Morning Show" di NET TV.

Andra...
Kami banyak dibantu oleh 2 orang sobat kami, yaitu Yudha "Aduy" Perdana, dan Arief "Andra" Julyandra dari komunitas Breaktime. Aduy adalah gitaris handal dan juga seorang penulis lagu, sedangkan Andra pemain bas yang ciamik. Tanpa mereka, (kalau kata teman-teman), kami hanyalah remah-remah roti...hahahaha....Jadi, terima kasih banyak buat Aduy dan Andra yang dengan luar biasa menciptakan aransemen dan iringan lagu yang super duper asyik!

Singkat kata, akhirnya setelah sempat ragu, kami memberanikan diri untuk memenuhi undangan tersebut. Total ada 5 orang perwakilan dari Jakarta Harpist, yaitu : Bagus & Sunu (admin grup FB Pencinta Harmonika), Helmy  (Jakharp), Fajri "Mehonk" Aziz (anggota Bandung Harp Project yang kini tinggal di Jakarta) dan saya sendiri.
Dan......tanpa banyak ucap, inilah rekamannya....silakan disimak!







Tuesday, June 23, 2015

Cinta Dalam Harmonika

Hai hai....apa kabar?

Kali ini saya sedang berbahagia menikmati cinta...Ya, cinta yang ternyata saya temui pula dalam dunia per-harmonika-an...
Jadi ceritanya, seseorang yang istimewa memberikan saya kesempatan untuk boleh memiliki salah satu harmonika diatonik idaman saya, yaitu Suzuki Olive (C-20). Sampai hari ini saya belum berani memberikan ulasan tentangnya, tapi jangan kuatir, segera akan saya buat.

Namun yang menarik perhatian saya adalah tentang kisah di balik pembuatan Suzuki Olive tersebut. Kita tahu bahwa harmonika merk Suzuki dibuat oleh tuan Manji Suzuki dari Jepang sono....Nah, beberapa tahun yang lalu, untuk memperingati dedikasi tuan Manji Suzuki dalam membuat harmonika, diproduksilah sebuah harmonika diatonik yang diberi nama sesuai dengan nama beliau, yaitu Suzuki Manji (M-20). Saya sudah pernah menulis artikel tentang Manji ini, dan memang kualitasnya sangat yahud. Banyak pemain profesional yang menggunakan Suzuki Manji ini.

Ternyata, ada kisah lain di belakang itu semua. Tuan Manji Suzuki rupanya juga mengalami kehilangan yang amat mendalam akibat ditinggal oleh sang istri tercinta. Kalau tidak salah sekitar tahun 2012, sang istri meninggal dunia, dan tuan Manji Suzuki sangat terpukul. Dan demi mengabadikan cintanya pada sang istri, maka diproduksilah sebuah harmonika diatonik yang sangat mirip dengan Manji. Demi cintanya pula, maka harmonika itu diberi nama sesuai dengan nama mendiang sang istri, yaitu : OLIVE.

Nama itu mencerminkan kecantikan yang luar biasa, dan Suzuki Olive pun menunjukkan kecantikan yang tak terbantahkan. Meski sama-sama menggunakan Comb dari bahan komposit campuran kayu dan resin, seperti Suzuki Manji, namun Suzuki Olive memiliki  stainless steel cover plate  yang cantik, berwarna hijau metalik. Mencerminkan cinta tuan Manji Suzuki kepada sang istri.

Nah, karena saya sudah berhasil memiliki sebuah Suzuki Manji, dan kini sebuah Suzuki Olive, rasanya itu seperti memandangi sebuah dedikasi dan pernyataan cinta yang mendalam antara  tuan Manji Suzuki dan istrinya itu. Kalau sudah begini, memainkan keduanya tentu akan lebih membuat saya terhanyut dalam cinta itu......hihihiiihi........sedikit lebay gapapa yah......



*special thanks goes to someone special who gave me the chance to have this baby

Friday, January 30, 2015

Blues Nol Kilometer with Harmonika Jogja

Januari 2015 merupakan bulan yang sangat menyenangkan buat
saya karena saya berkesempatan untuk dapat bertemu dengan teman-teman Pencinta
Harmonika yang ada di kota Jogja,di sela-sela perjalanan dinas saya.
Harmonika Jogja adalah sebutan bagi komunitas pencinta
harmonika yang ada di kota Gudeg ini. Miriplah dengan Jakarta Harpist itu,
heheheh…Meski beberapa kali saya sudah pernah bertemu dengan teman-teman pencinta harmonika
yang di Jogja, namun kali ini ternyata bukan mereka yang saya temui. 
Saya kebetulan menginap di daerah Prambanan, yang letaknya
lumayan jauh dari kota Jogja. Tapi ada satu orang sobat harmonika yang kekeuh
mau menjemput saya, namanya bro Harry. Yang lebih edannya, dia ini nge-kost di
Solo, tapi tetap mau ikut kopdaran harmonika di Jogja! Bahkan ternyata, bersama
Pay (Satria Rifai), bro Harry termasuk salah seorang yang menggagas dimulainya
pertemuan rutin harmonika di Jogja. Luar biasa!
Nah, pada hari Minggu, 25 Januari 2015 yang lalu, ketika
kebetulan saya sedang “off”, saya dijemput Harry dan kami segera meluncur ke
TKP kopdar, yaitu di Taman Budaya. Letaknya di belakang pasar Beringharjo yang
terkenal itu. Jam menunjukkan pukul 3 sore dan  hanya ada  kami berdua, menunggu selama sekitar 30
menitan. Lalu muncul seseorang yang mengendarai motor dengan memanggul tas
gitar besar. Setelah diamat-amati, ternyata itu adalah masbro Akaa!
Yak! Saya yakin beberapa dari Anda pernah melihatnya di
salah satu ajang lomba mencari bakat di televisi. Bila Anda penasaran, silakan
klik tautan ini untuk melihat cuplikannya di Youtube.
Berikutnya adalah pak Irwan, seorang pelukis sketsa yang
sangat berbakat. Dengan tampilannya yang khas dan unik, beliau segera menyambut
kami. Tak lama bergabung teman-teman lain seperti Tegar (dan pacarnya), Ardi
dan Enggal. Enggal inilah yang beberapa waktu lalu membuat film dokumenter
tentang harmonika sebagai satu persyaratan tugas kuliah dan diunggah di
Youtube.
Seperti biasa, sedot sebul segera dilakukan! Dan setelah
sekitar 3 jam nongkrong, kami semua kelaparan. Sepakat untuk mencari makan,
kami pindah tempat dan meluncur ke arah Kantor Pos Besar, di utara alun-alun.
Yang dituju ternyata sebuah warung angkringan sederhana. Yah, namanya sedang
“guyub” (bahasa Jawa, artinya : akrab), di sela-sela makan malam dan
setelahnyapun kami masih saja sedot sebul, nyanyi-nyanyi dan ketawa-ketawa.
Terutama karena ada mas Akaa Mapan yang (asliiiii) kocak banget!!!!
Seusai makan, tiba-tiba ada ide untuk pindah tempat (lagi!)
ke Nol Kilometer. Nol Kilometer yang dimaksud adalah ujung jalan Malioboro,
persis di perempatan lampu merah Kantor Pos Besar dan Benteng Vredenburg.  Lokasi itu sangat ramai dengan orang-orang
yang sedang nongkrong, meski hujan baru saja reda. Nah, di situlah kami punya
ide untuk membuat satu video singkat, merekam semua peserta kopdar yang sedang
bermain harmonika. Berikut ini videonya.



Tak terasa sudah jam 10 malam! Karena esoknya saya masih
harus bekerja lagi, maka saya segera pamit. Sedih juga ketika harus mengakhiri
keakraban dan kehangatan bersama teman-teman Pencinta Harmonika di Jogja.  Namun di mana ada pertemuan, di situ juga
pasti ada perpisahan. Sungguh bersyukur saya berkesempatan untuk bertemu dengan
mereka. Melalui artikel ini saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya
untuk sobat-sobat Harmonika Jogja yang telah menerima saya dengan hangat.
Terima kasih untuk Pak Irwan, Tegar, Ardi, Enggal dan mas Akaa. Terima kasih
special untuk Harry yang sudah bersedia mengantarjemput saya, meski dia sendiri
berdomisili di SOLO!
Wow, semuanya spesial dan saya tak bisa berkata-kata lebih
banyak lagi! Semoga pertemuan rutin Harmonika Jogja terus berlangsung dan makin
dapat membuat sobat semua saling melengkapi dalam belajar memainkan harmonika.
Terima kasih Harmonika Jogja, dan sampai jumpa lagi!!!


Salam Sedot Sebul!


Saturday, January 17, 2015

Jakarta Harpist @Community Hour RRI Pro2FM

Wooohooo...Gerilya Harmonika dimulai lagi...
Kali ini saya bersama dengan beberapa teman mendapat undangan wawancara langsung di RRI Pro 2, dalam sebuah acara yang bertajuk "Community Hour".

Mewakili Jakarta Harpist (Twitter : @Jakartaharpist), ternyata kamilah yang diundang pertama kali di acara ini, di tahun 2015 (hahahah..bangga sedikit lah!). Tadinya kami akan datang berempat, yaitu saya sendiri, Sunu, Rama dan Putut. Namun mendadak Sunu tidak bisa, sehingga kami hanya datang bertiga.

Tapi meski demikian, tak mengurangi semangat kami dalam bergerilya harmonika. Dipandu oleh mbak Mariana dan mas Ferli, setiap pembicaraan berlangsung dengan sangat cair. Pokoknya menyenangkan, deh!

Terima kasih buat RRI Pro 2 yang telah mengijinkan kami ikutan on-air dan terima kasih juga buat mbak Mariana dan mas Ferli yang telah menyambut kami dengan hangat! Semoga berikutnya ada kesempatan bergerilya lagi di radio lain, atau bahkan di stasiun TV lain....wooohhooo....!!!

Salam Sedot Sebul!


*Oh iya, artikel dari RRI Pro 2 tentang wawancara ini bisa dilihat di tautan ini.


Segara Harmonika....!

Oi...Selamat Tahun Baru 2015 dulu lah ya...! Maaf baru sempat nulis lagi nih...

Artikel kali ini berisi tentang salah satu usaha dalam rangka mengenalkan alat musik Harmonika kepada orang banyak. Usaha kali ini dilakukan oleh masbro Segara "Ega", putra dari penyanyi kenamaan, mas Ebiet G.Ade.

Rupanya masbro Ega yang adalah seorang penyanyi ini  juga memainkan harmonika dalam salah satu (atau beberapa?) lagunya...Dalam video singkat di bawah ini, mas Ega dengan cukup jelas menjelaskan tentang harmonika kromatik. Wah, koleksinya lumayan, ada Hohner CX12 dan Suzuki CX-48 kalau tidak salah.

Well, senang bila melihat ada orang yang juga mengenalkan instrumen unik ini kepada khalayak umum. Semoga harmonika makin dikenal oleh masyarakat Indonesia. Sekali lagi ijinkan saya menguacapkan terima kasih kepada masbro Ega yang telah membuat video berikut ini.

Sila disimak!

Salam Sedot Sebul!!!








Tuesday, December 30, 2014

Harmonica Beatles!

Anda tahu Beatles? Tahukah Anda bahwa harmonika juga digunakan dalam beberapa lagu mereka?
Nah, terkait dengan pameran komik interpretasi The Beatles milik salah seorang teman, ternyata dia mendapat undangan wawancara langsung di radio D FM (103.4 FM) dalam acara Beatle Juice, yang dipandu oleh mas Budi Iskandar, awal Desember lalu. Hendy, sang pembuat komik akhirnya mengajak saya dan beberapa teman Pencinta Harmonika, yaitu Sunu & Rama, untuk ikut mengisi di wawancara itu.
Meski secara pribadi saya tak terlalu kenal dengan lagu-lagu The Beatles, tapi tetap saja rasanya seru ketika membawakan lagu-lagu mereka, apalagi dengan aransemen versi kami yang menggunakan harmonika. Berikut salah satu lagu yang kami bawakan, yaitu "In My Life".
O ya, ngomong-ngomong, Hendy  kami daulat untuk berperan sebagai vokalis...hahahhaaha....

Sila disimak!
   




Wednesday, November 26, 2014

SOblue - Love Me Do

Love....Love Me Do!

Itulah sepenggal lirik lagu dari The Beatles yang dibawakan oleh Sunu saat saya dan dia "ngamen" di Pasar Santa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, mewakili komunitas Pencinta Harmonika di Jakarta, yang disebut Jakarta Harpist.

Ya! Ngamen! Numpang ngamen di lapak pameran "komik indie" milik rekan Sunu, yaitu bro Hendy Adhitya, yang membuat komik-komiknya berdasarkan inspirasi dari band The Beatles tersebut.

Di kios berukuran kira-kira 3x5 m itulah karya-karya bro Hendy dipamerkan. Dan di sela-sela benda-benda itulah kami membawakan beberapa lagu dari The Beatles, dan lagu lain, tentunya dengan tetap memasukkan suara harmonika!

Rasanya senang bisa menghibur pengunjung yang datang, atau juga pengunjung warung mie di seberang kios pameran (eheheehehe.....seberang-sebarangan sama warung mie soalnya).

Terima kasih buat bro Hendy karena mengijinkan kami : saya dan Sunu untuk boleh mengisi di pameran Anda. Semoga sukses selalu dalam dunia perkomikan!

Berikut secuil cuplikan ketika kami, SOBlue, membawakan lagu "Love Me Do".




*SOBlue : Sunu & Oki Blue



Friday, October 3, 2014

Rega Dauna dan Reyharp lagi-lagi "bikin ulah"....

Ya! Setelah lama tak berjumpa Rega dan Reyharp, ternyata mereka kembali bikin ulah...hahahhaa....

Maksudnya, ada lagi kejutan dari dua anak muda yang luar biasa ini.

Pertama, Rega Dauna. Bocah ajaib ini mencuri perhatian publik karena menjadi peserta kontes Indonesia Mencari Bakat (IMB) dan tampil sebagai pemain harmonika kromatik satu-satunya dan pertama kalinya!!!

Luar biasa, Rega tampil semakin dewasa, meski gayanya tak berubah. Apalagi kalau bicara soal per-jomblo-an itu, hahahahhahahha........
Meski sudah sering berkolaborasi dengan banyak musisi Indonesia, Rega masihlah seorang muda yang rendah hati. Dan teknik permainannyapun makin matang. Berikut ini cuplikan videonya ketika tampil di IMB.



Kedua, Reyharp. Bocah ajaib satu lagi ini juga diam-diam mulai menyentak dunia. Setelah tahun lalu sempat memenangi kontes Asia Pacific Harmonika Festival, kali ini Rey, begitu panggilan akrabnya, menyasar Australia. Bahkan salah satu media Australia memuat artikel tentangnya di sini .

Wew......sebagai seorang pencinta harmonika, saya sangat bangga dengan apa yang mereka berdua lakukan. Dan sepertinya mereka telah berbagi tugas dengan baik. Rega bertugas meracuni masyarakat Indonesia dengan harmonika kromatiknya, sedangkan Reyharp menjadi duta besar harmonika Indonesia ke luar negeri. Wah, salut buat mereka!!!

Harapan saya, mereka dapat menjalani proses bermusik dengan baik dan tetap rendah hati. Semangat buat Rega dan Reyharp! I'm very proud of you guys!

Berikut ini juga saya tampilkan secuplik rekaman ketika saya "nongkrong" bareng bersama dua sobat asyik ini, dan meminta mereka membawakan sebuah lagu. Rega, ternyata punya bakat musik yang yahud : memainkan piano dengan sangat baik! Sedangkan Reyharp, teknik "speed playing" nya jangan ditanya lagi...hehehehehe.......

Kangen nongkrong bareng mereka lagi, euy.....!




Monday, April 28, 2014

ASTAGA!

Astaga!

Saya tak pernah menyangka akhirnya bisa bertemu dengan salah satu teman di Pencinta Harmonika, yang kerap kali membawakan lagu-lagu dengan harmonikanya. Salah satu  yang pernah dia bawakan secara luar biasa adalah lagu dari Ruth Sahanya, yang berjudul "Astaga".

Ya! Sobat itu adalah mas Robertus Budi, sang jagoan Folkmaster dari Semarang. Secara kebetulan, pada bulan Februari 2014 yang lalu,  saya memiliki kesempatan untuk berkunjung ke Semarang (lebih tepatnya sih, mampir...) dan segera saya membuat janji dengan beliau. Ternyata beliau menyanggupinya dan kami sepakat bertemu di hotel tempat saya menginap. Tadinya saya berharap akan ada beberapa teman dari Pencinta Harmonika wilayah Semarang yang akan ikut bergabung bersama kami, namun ternyata hanya mas Robert yang datang.

Waktu pertemuan memang sudah cukup malam, dan kamipun sempat kebingungan mencari lokasi yang pas untuk nongkrong, sekaligus tentu saja nge-jam bersama. Secara tak sengaja kami melihat di seberang hotel ada tukang jualan soto gerobak dan dia menyediakan tikar-tikar yang digelar di sepanjang trotoar. Akhirnya kami memutuskan untuk nongkrong di situ saja.

Obrolan demi obrolan dan diskusi serius tapi santai berjalan dengan seru. Sampai pada akhirnya kami sudah tak tahan untuk nge-jam. Kebetulan saya juga membawa gitar (niat banget! hahahaha...) dan kamera DSLR. Nah, akhirnya kita putuskan untuk membawakan salah satu lagu yang pernah mas Robert bawakan di Youtube, yaitu lagu "Astaga". Mas Robert sempat agak ragu karena dia mengaku sudah vakum memainkan harmonika selama 2 tahun. Percobaan demi percobaan dilakukan sampai beliau merasa siap betul. Hahaha....mirip seperti audisi saja! Nah, akhirnya kami berhasil membawakan lagu ini, dan berikut adalah rekamannya :


Dalam diskusi kami juga tersirat kerinduan mas Robert untuk bisa berkumpul dengan sesama pencinta harmonika di kota Semarang dan sekitarnya. Beberapa tahun sebelumnya sempat ada 2-3 orang yang berkumpul, kalau tak salah ketika om Iman Budi Santosa (pembuat grup Pencinta Harmonika) datang mengunjungi kota Semarang, dan mas Robert adalah salah satu pesertanya. Namun setelah itu tak pernah lagi ada pertemuan di antara mereka. Hmmmm....semoga teman-teman Pencinta Harmonika di wilayah Semarang bisa berkumpul lagi ya....!

Pertemuan malam itu sungguh sangat menyenangkan. Sempat merasa sedikit bangga juga ketika ada beberapa orang yang bertanya-tanya kepada kami soal harmonika, dan juga menonton kami saat kami membawakan lagu "Astaga". Berasa jadi artis jalanan juga ini.....hihihihihihi....

Akhir kata, saya ingin mengucapkan terima kasih banyak buat mas Robertus yang sudah bersedia meluangkan waktu untuk bertemu saya. Sukses selalu buat mas Robert, dan semoga teman-teman pencinta harmonika di Semarang juga bisa segera bergabung dengan beliau untuk melakukan kembali "kopdar" harmonika di kota ini.  Saya tunggu juga kedatangan mas Robert ke Jakarta!

Salam Sedot Sebul!

Thursday, March 6, 2014

Musafir Harmonika (bag. II)

Setelah Purwokerto, saya masih memiliki beberapa kota untuk dikunjungi dalam rangka tugas kantor. Kota berikutnya adalah Jogja. Kota yang sudah tak asing lagi buat saya. Kebetulan pada bulan Desember 2013, saya sempat bertemu dengan beberapa teman Pencinta Harmonika. Salah satunya adalah bro Satria Rifai. Pada kesempatan kali ini saya langsung mengajak beliau untuk ketemu. Gayungpun bersambut, dia menyanggupi untuk mencarikan tempat kopdar. Pengumuman pun dia buat di grup. Pada hari yang sudah disepakati, kami akhirnya bertemu di sebuah warung (besar) angkringan prasmanan di daerah Wijilan, tak jauh dari Alun-alun.

Terjadi sebuah insiden kecil yang membuat kami agak kecewa, karena ternyata tempat yang sudah disurvey oleh Rifai, memiliki peraturan khusus soal pengunjung, yaitu pengunjung tak diijinkan memainkan alat musik. Kaget juga melihat tulisan peraturan tersebut. Namun mau dikata apa lagi?

Akhirnya sembari menunggu beberapa teman datang, kami makan dulu. Tak lama ada beberapa teman datang dan mereka juga ikut makan. Karena ada peraturan tersebut, maka kami sepakat untuk ngobrol-ngobrol saja dulu. Eh, tak dinyana, ada seorang tukang sulap yang minta ijin "mengamen"...ya sudah, daripada tak ada hiburan, maka kami menonton saja pertunjukan bapak pesulap itu. Lumayan menghibur, lah....

Namun namanya Pencinta Harmonika, kalau hanya ngobrol tanpa memainkan harmonika, pasti tak seru. Maka kami sepakat untuk pindah tempat. Ada satu tempat angkringan tak jauh dari situ, yang terletak di pelataran sebuah rumah kuno besar, dan tak ada larangan soal bermain alat musik. Akhirnya kami pindah ke tempat itu, dan nafsu sedot sebul pun bisa tersalurkan. Beberapa kali jamming singkat, dan pengunjung lain segera menoleh ke arah kami..hehehehhe...

Yang seru, 4 dari 6 peserta kopdar berasal dari satu komunitas yang sama, yaitu komunitas Free Diver. Wah, dengan semangat mereka berbagi cerita soal Free Diving ini. Saya dan Rifai hanya bisa terbengong-bengong mendengarkan cerita tentang petualangan mereka. Sungguh beruntung bisa bertemu dengan mereka, karena saya secara pribadi mendapat tambahan wawasan yang menarik.

Singkat cerita, pertemuan dengan teman-teman Pencinta Harmonika di Jogja sungguh berkesan. Arus pertukaran informasi berlangsung dengan derasnya, dan mencakup banyak hal. Saya harus mengucapkan terima kasih kepada  bro Satria Rifai atas kesediaannya mencari tempat untuk kopdar. Ijinkan pula saya mengucapkan terima kasih kepada teman-teman dari komunitas Free Diver : Afri, Barid, dan pasangan spesial : Abri & Lya.......

Semoga lain waktu kita bisa bertemu lagi dan dengan jumlah peserta yang lebih banyak!

Terima kasih dan salam sedot sebul!!!


*Special Thanks goes to bro Afri Luhur buat foto yang terakhir....:)

Wednesday, February 26, 2014

Musafir Harmonika (bag. I)

Musafir artinya pengembara....
Musafir harmonika berarti, pengembara harmonika...hehehhe...

2 minggu terakhir ini saya mendapatkan tugas dari kantor untuk mengunjungi beberapa kota di Jawa Barat dan Jawa Tengah, dalam rangka menjual produk tempat saya bekerja. Hmm..mungkin tepatnya jadi sopir bagi staf marketing, hehehehe....

Nah, daripada hanya keliling jadi sopir, saya mempunyai ide untuk membuat janji pertemuan dengan beberapa teman Pencinta Harmonika di beberapa kota yang akan saya singgahi. Kebetulan ada 3 kota yang saya incar, yaitu Purwokerto, Jojga dan Semarang. Ketiga kota tersebut masuk dalam daftar kota yang akan kami kunjungi. Segera saya melakukan kontak dengan beberapa teman, dan untungnya saya mendapatkan respon yang positif.

Di Purwokerto saya akhirnya dapat bertemu dengan salah seorang anggota grup Pencinta Harmonika, yaitu mas Agus UAN Sutanto. Meskipun tidak bertempat tinggal di Purwokerto, beliau rela datang jauh-jauh dari kota Ajibarang, (dengan istrinya) untuk makan siang bersama saya. Salut buat beliau yang sudah mau meluangkan waktunya. Kami akhirnya makan siang di sebuah warung soto Sokaraja. Seusai makan, hasrat sedot sebul pun muncul, dan kami melakukan sedikit jamming..hehehehe.....
Berikut ini videonya :



Sungguh senang rasanya bisa bertemu kembali dengan mas Agus ini, karena sebelumnya saya sudah pernah bertemu tapi hanya sebentar, itupun karena mas Agus menyegat saya saat saya naik bus dari Jogja hendak pulang ke Jakarta. Sekali lagi salut buat mas Agus UAN, dan terima kasih banyak kepada beliau karena sudi menemani saya makan siang di warung soto.

O ya, menurut penuturan beliau, anggota PH di Purwokerto dan sekitarnya lumayan banyak dan sudah pernah melakukan beberapa kali kopdar. Wah, saya ikut senang mendengarnya. Semoga pertemuan semacam itu bisa lebih rutin, agar bisa menjadi ajang berbagi ilmu dan saling belajar.

Sampai ketemu lagi, mas Agus UAN...semoga lain kali teman-teman di Purwokerto, Ajibarang, dan sekitarnya bisa ikut ya....

Salam Sedot Sebul!

Tuesday, February 4, 2014

Jakarta Harpist....!

Belajar Harmonika memang paling sip kalau bisa bertemu langsung dengan orang-orang yang sudah terlebih dahulu bisa memainkannya!

Nah, hari Minggu, tanggal 2 Februari 2014 yang lalu, sebagian teman-teman yang tergabung dalam grup FB Pencinta Harmonika, maupun follower akun @Harmonicalovers di Twitter, akhirnya berhasil membuat sebuah pertemuan (atau istilah kerennya, Kopdar) di Taman Menteng, Jakarta Pusat.

Teman-teman yang sebagian besar adalah pendatang baru di dunia harmonika tersebut menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi. Sempat merasa ragu dengan jumlah orang yang akan hadir (sebab biasanya tak terlalu banyak), saya memberanikan diri untuk ikut hadir.

Tak disangka ternyata yang datang cukup banyak dan mereka sangat bersemangat! Bahkan ada beberapa gadis manis penikmat harmonika ikut bergabung bersama kami....:D
Kopdar yang dimulai jam 1 siang tersebut menjadi sangat menarik hingga kami lupa waktu, dan baru sadar jam sudah menunjukkan pukul 6 kurang...

Herannya, meski beberapa orang pulang duluan sekitar jam 3 sore, masih ada teman-teman yang datang di jam-jam berikutnya...

Hmmm..sempat saya melakukan wawancara singkat dengan mereka, tentang awalnya mereka kenal dengan instrumen musik yang satu ini. Dan memang, sebagian besar menjawab, sebenarnya sejak kecil mereka sudah kenal dengan harmonika, karena orang tua masing-masing membelikan mereka alat musik tersebut. Rupanya fenomena ini sangat jamak ditemui. Dan mungkin inilah yang membuat orang banyak berpikir bahwa harmonika HANYALAH sebuah mainan.

Pada kopdar tersebut kami saling berbagi ilmu dan informasi. Pertukaran ini terjadi dengan sangat akrab dan hangat, seolah kami sudah lama saling kenal. Semangat yang tinggi menghasilkan kesepakatan bahwa pertemuan semacam ini akan dicoba untuk diulang pada bulan berikutnya. Hmmm...semoga pertemuan semacam ini bisa menjadi sebuah agenda yang rutin. Tak berlebihan bila kami yang di Jakarta mencoba untuk mengikuti jejak Bandung Harp Project, "sarang"nya pemain harmonika dari Bandung, yang sudah memiliki agenda pertemuan rutin.

Saya secara pribadi sungguh bersyukur melihat antusiasme teman-teman, yang menyebut diri mereka sebagai :"Jakarta Harpist",  untuk belajar harmonika. Saya yakin, pelan tapi pasti, pertemuan semacam itu akan bisa kami wujudkan.
Melalui artikel ini juga saya secara pribadi mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang sudah bersedia hadir di Kopdar Taman Menteng, 2 Februari 2014 yang lalu. Maafkan saya bila tak dapat menyebutkan satu per satu nama teman-teman yang hadir, namun saya mencoba untuk menuliskannya.
Terima kasih kepada Citra, Nita (EOnya nih...), Joey, Sonya, Taufan, mas Muhammad, mas Bagus (Admin PH), Taufik, Iqbal, Rama, Putut, bro Enzzy, mas Wahyu Acum dari Band "Bangku Taman" (yang sudah repot2 bawa gitar), Seto, dan masih banyak lagi....

Sunday, January 5, 2014

Gerilya Harmonika!!!

Melihat orang lain tertarik untuk bermain harmonika adalah suatu hal yang menyenangkan. Secara pribadi, saya mempunyai mimpi untuk dapat membuat orang lain tertarik kepada alat musik yang satu ini. Kebetulan saya juga memiliki hobi lain, yang notabene sedang dalam proses untuk dapat menjadi salah satu usaha sampingan saya, yaitu Panggung boneka (silakan klik di sini dan di sini). Jujur ini sekalian promosi, lho...hahahaha...:)

Nah, biasanya dalam setiap pentas, saya dan tim selalu mengadakan aktivitas interaksi bersama dengan audiens, dalam hal ini anak-anak. Permainan seru adalah contohnya. Tak lupa di akhir pentas kami memberikan hadiah kepada para pemenang permainan. 

Suatu waktu, terbersit dalam benak saya sebuah pertanyaan : "Hei, kenapa tidak kau berikan saja hadiah berupa harmonika kepada anak-anak itu?

Pertanyaan yang sungguh menyadarkan saya bahwa (betul juga) itu dapat menjadi celah untuk menularkan virus sedot sebul kepada anak-anak. Sebagai informasi, setiap kali pentas, saya tak lupa memainkan harmonika saya ketika kami mengajak anak-anak menyanyi bersama. Itupun sudah cukup menggugah rasa penasaran anak-anak terhadap harmonika. Apalagi ketika salah satu hadiah permainan yang kami berikan adalah berupa harmonika. Senang sekali ketika melihat ekspresi salah seorang anak yang mendapatkan hadiah harmonika. Teman-temannya juga tampak penasaran ingin melihat harmonika yang didapatnya.

...bersama dengan salah seorang pemenang yang mendapatkan hadiah harmonika....
Sungguh, sejak saat itu saya bertekad juga untuk memulai "gerilya" saya dalam mengenalkan dan menularkan virus sedot sebul pada anak-anak. Yah, doakan saja, semoga banyak anak yang terbius sihir ajaib harmonika dan akhirnya suatu saat nanti dapat menjadi pemain harmonika Indonesia yang handal!

...teman-teman penasaran...
Nampaknya jalan masih panjang, tapi buat saya itu adalah sebuah tantangan dan semoga virus sedot sebul dapat makin menyebar luas di Indonesia. 

*Pantang Pulang Sebelum Sedot Sebul* 

hahahahahah....:D

Salam Sedot Sebul!




Saturday, January 4, 2014

From Jogja with Harmonica...

Yup!
Liburan Natal yang lalu saya berkesempatan untuk pergi ke Jogja, walau tak lama, hanya sekitar 3 hari saja. Tanpa banyak pikir, segera menghubungi beberapa teman pencinta harmonika yang ada di Jogja, maupun yang sedang pergi ke Jogja, tentu saja untuk melakukan kopdar, alias kopi darat.

Kopdar tersebut mengambil tempat di sebuah angkringan yang terletak di depan kantor harian Kedaulatan Rakyat, dan lebih dikenal dengan nama "Angkringan KR". Tongkrongan ini terletak di Jl. Mangkubumi, yang masih segaris dengan Jl. Malioboro, namun terpisah oleh rel kereta api Stasiun Tugu.

Agak repot juga mencari tempat nongkrong, karena malam itu masih dalam suasana liburan, sehingga tikar-tikar yang tersedia pun penuh sesak. Untung saja kami menemukan satu "kapling" yang kosong, dan langsung kami tempati. Yang jadi masalah adalah mencari orang-orang yang hendak datang. Ya, karena kami belum pernah saling bertemu, hanya lewat FB saja. Kecuali Sunu, yang asli Jogja namun sedang berdomisili di Jakarta dan sering nongkrong bareng saya (lihat video-video saya saat jamming bersamanya).

Namun ada satu orang yang kreatif memberikan tanda. Dia duduk di pinggir trotoar, dan membunyikan harmonikanya keras-keras. Sontak saja kami langsung mengenalinya. Hahahaha...sebuah cara yang ampuh untuk memanggil "kawanan" pencinta harmonika.
Dengan adanya 1 tambahan orang lagi, kami nongkrong berempat.

Kami bicara ngalor ngidul sambil menyantap nasi kucing ala angkringan, dan berdiskusi soal harmonika tentunya. Tak ketinggalan jamming bersama, yang sama sekali tak mengindahkan kaidah "solo jamming" ...hahahaha....Tak apalah, namanya juga masih amatir.

Namun yang menarik adalah saat kami menyaksikan salah seorang rekan menunjukkan sebuah alat sederhana untuk merekam permainan harmonikanya sendiri. Alat unik tersebut terbuat dari bahan sederhana yang mudah didapatkan. Lumayan ampuh juga, karena alat tersebut ditempelkan pada sebuah smartphone yang berfungsi sebagai perekamnya.



Singkat kata, pertemuan malam itu sungguh "guyub" (akrab) dan dipenuhi dengan canda tawa plus obrolan serius seputar harmonika. Mungkin yang datang hanya 4 orang, namun saya punya mimpi dan keyakinan, lain waktu peserta kopdar pasti akan lebih banyak lagi. Maklum, kopdar yang satu ini boleh dibilang agak dadakan.

Yah, saya berharap sih, para pencinta harmonika yang ada di Jogja dan sekitarnya dapat segera mewujudkan pertemuan rutin mereka.
Tentu saja saya juga ingin ikut bergabung...hehehhee......*asal dapat liburnya*.....:p

Terima kasih kepada mas Sunu, mas Mujib dan mas Rifai yang bersedia hadir dalam kopdar malam itu. Ke depannya, semoga virus sebul sedot dapat semakin meracuni masyarakan Jogja juga.

Lanjutkan!!!!

Salam Sedot Sebul

Monday, November 25, 2013

Duta Besar Harmonika Indonesia

Sobat kita, Reyharp, kembali membuat gebrakan!

Beberapa minggu yang lalu (akhir Oktober sampai awal November 2013) Rey mengikuti festival harmonika bergengsi, yaitu World Harmonica Festival 2013
Yup! Festival keren ini diadakan di kota tempat lahirnya harmonika merk Hohner, yaitu di Trossingen. Reyharp, yang adalah juga seorang endorsee Hohner, adalah satu-satunya peserta dari Indonesia yang mengikuti festival ini.

Meskipun dia berangkat secara perseorangan, dan tidak mewakili suatu asosiasi tertentu, namun kalau boleh saya bilang, Reyharp adalah seorang Duta Besar Harmonika dari Indonesia, di kancah internasional!

Hasilnyapun luar biasa. Reyharp menempati posisi ke 6 pada kategori Solo Diatonic Blues/Rock/Folk/Country. Bayangkan, satu-satunya wakil dari Indonesia, masih sangat muda, tapi bisa menunjukkan taringnya di festival kelas dunia. Kalaupun posisinya masih di luar 5 besar, tak berarti kehadirannya pantas diabaikan!

Sekali lagi Reyharp membuktikan bahwa masih ada anak muda Indonesia yang bisa dan berani berkarya sampai ke dunia internasional. Satu hal yang patut dipertimbangkan, sepertinya para pencinta harmonika di Indonesia perlu memikirkan untuk membuat satu wadah resmi yang dapat menjadi wahana bagi anggotanya, bila ingin mengikuti festival-festival semacam ini. Paling tidak, bila ada organisasinya, Indonesia mulai akan dipandang oleh negara-negara lain, khususnya dalam dunia per-harmonika-an....ehehehe...

Well, saya ikut merasa bangga akan hasil yang boleh diraih Reyharp. Semoga ke depan, Reyharp dapat menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia punya pemain-pemain harmonika berbakat yang tidak kalah gaharnya dengan harpist luar negeri.

Semoga juga semangat Rey menular pada anak-anak Indonesia yang lain, supaya virus sedot sebul makin tersebar.

Semangat Rey!!!!!!