Showing posts with label Tremolo Harmonica. Show all posts
Showing posts with label Tremolo Harmonica. Show all posts

Saturday, November 11, 2017

Dasar Bermain Harmonika Tremolo

Banyak juga pertanyaan datang ke saya, soal cara bermain harmonika Tremolo.

Wah, jujur, saya agak susah menjawabnya, karena memang saya secara pribadi lebih cenderung fokus di harmonika diatonik. Saya juga nggak punya harmonika Tremolo. Beberapa kali beli, selalu saya jadikan hadiah buat anak-anak, ketika saya "jualan" EO...hehehehhe....
Nah, daripada susah, mending kita dengar nasehat dan petuah dari yang sering mainin harmonika jenis ini deh...Agak telat sih tayangnya, cuma daripada enggak sama sekali ya...? Hehehehe...

Berikut pak Arif Sidarta akan memberikan penjelasan mengenai dasar bermain harmonika jenis Tremolo.

Terima kasih banyak untuk pak Arif, bro Helmy Fairuz, dek Rona Telam Selliy dan masbro R'Van Hermawan yang datang jauh-jauh dari Semarang untuk nggonjrengin dan kasih backing sound...wkwkww...

Sila dinikmati!






Monday, October 7, 2013

Jangan takut belajar harmonika!

Apakah Anda sedang mengalami stres karena menemui banyak kesulitan dalam belajar memainkan harmonika? Frustrasi karena tak kunjung menguasai teknik-teknik yang sudah diidam-idamkan sejak lama?
Anda tak sendirian. Ada banyak orang yang mengalami hal yang sama.
Tapi jangan kuatir, sulit bukan berarti tak mungkin. Bukan juga berarti Anda sudah tervonis tidak bisa memainkan harmonika.

Ada salah seorang rekan di grup PH yang mungkin dapat memberikan inspirasi bagi Anda semua. Beliau membuat sebuah video singkat yang judulnya saja sudah dapat mewakili perasaan sang pembuat video : "Belajar Harmonika Diatonic Susaaah!"

Tapi tunggu dulu, walaupun dia mengaku mengalami kesulitan dalam memainkan harmonika diatonik, pada bagian berikutnya Anda dapat melihat bagaimana dia beralih ke harmonika tremolo dan memainkan sebuah lagu yang tak asing lagi. Ya! Soundtrack film "Titanic" dia bawakan dengan penuh penghayatan, dan tak nampak sedikitpun kesulitan yang dia alami. Terlihat dia begitu menikmati setiap nada yang keluar dari harmonikanya.

Mungkin memang dia sedang "apes" karena merk harmonika diatonik yang dia gunakan adalah ANGEL! Hahaha...seperti yang sudah sering saya bahas, harmonika merk ANGEL bukanlah merk yang direkomendasikan bagi pemula saat belajar harmonika diatonik. Beliau juga membuktikan betapa nada-nada yang dihasilkan oleh harmonika ANGEL benar-benar tidak pas!

Nah, maksud saya adalah, ketika Anda frustrasi karena kerap menemui kesulitan saat belajar harmonika, cobalah untuk tenang, rileks dan enjoy! Nikmati saja prosesnya. Tumbuhkan rasa percaya diri Anda dengan mengatakan : "Ya...mungkin saat ini saya belum bisa. Tetapi suatu saat saya pasti bisa!!!"

Masbro yang muncul dalam video ini benar-benar memberi contoh nyata bagaimana dia bisa menikmati proses belajar harmonika. Bahkan kalau boleh saya bilang, masbro yang satu ini sangat percaya diri, sampai-sampai gayanyapun meyakinkan. Sentuhan humornya yang menggelitik sungguh membuat saya tertawa. Bukan karena kesulitan yang dia hadapi, tapi karena sikap dan cara pandangnya yang sungguh positif.

Jadi saya sarankan Anda untuk tetap santai dan menikmati setiap langkah belajar yang musti ditempuh. Saya yakin tahap demi tahap akan dapat Anda lalui. Nah, sekarang teruslah belajar dan jangan menyerah.

Salam Sedot Sebul!





*Terima kasih kepada masbro Pujakesuma yang telah membuat video tersebut dan memberikan inspirasi bagi saya. Saya percaya kemampuannya akan berkembang seiring waktu berjalan!

Monday, July 15, 2013

The Master of The Folkmaster...

Judulnya bikin bingung ya?
Hehehe...sebenarnya saya sedang merujuk kepada salah seorang rekan di grup Pencinta Harmonika, yang beberapa kali mengunggah videonya saat dia memainkan lagu dengan menggunakan harmonika diatonik.

Dalam setiap video, dia selalu tampil dengan gaya yang khas : kacamata, baju hitam dan sambil merokok. Harmonikanya pun seringkali adalah sebuah Suzuki Folkmaster. Tapi jangan salah! Bahkan dengan Folkmaster, permainannya tak bisa dipandang sebelah mata...eh, atau didengar sebelah kuping....eh, ah, entahlah..maksud saya gitu deh....hahahahhaa...!

Salah satu videonya yang ciamik dapat Anda lihat di link iniSangar bukan?

Nah, sang pemain unik ini ternyata sedang mempersiapkan sebuah website pribadinya yang bertutur mengenai seluk beluk harmonika. Tautan website tersebut dapat Anda lihat di sini.

Melihat penampakan dan persiapannya, sepertinya website ini akan sangat menarik Tentunya akan juga menambah referensi blog mengenai harmonika, khususnya di Indonesia.. Moga-moga masbro sang ahli Folkmaster tersebut dapat segera meluncurkan webnya itu.

Jadi, kita tunggu saja, dan segera kunjungi web tersebut. Buat masbro sang ahli Folkmaster, semoga tetap jaya, sukses dengan web nya, dan kita tunggu unggahan-unggahan video yang lain!

Salam Sedot Sebul!

Friday, April 5, 2013

Wafer Tremolo

Suatu saat ada seorang teman muda yangmengatakan kepada saya bahwa dia pernah memiliki sebuah hamonika buatan Cina, tapi sudah lama sekali tak pernah dia mainkan. Dia mengatakan bahwa dia berniat untuk membawa dan menunjukkannya kepada saya. Wah, tawaran seperti ini tentu  tak bisa ditolak begitu saja! Saya segera mengiyakan tawaran itu, dan ternyata dia juga sekaligus meminta tolong kepada saya untuk memeriksa dan membersihkan harmonikanya tersebut.  Saya tak keberatan dengan permintaannya itu.

Seminggu kemudian, dia menepati janjinya untuk memperlihatkan harmonikanya kepada saya. Saya sungguh senang ketika melihatnya, karena harmonika yang dia miliki adalah sebuah harmonika Tremolo warna hitam, buatan China, merk Hero. Ini mengingatkan kepada saya akan harmonika yang pernah saya punyai semasa kecil dulu. Segera harmonika itu saya bawa pulang dan saya bongkar sedikit untuk sekedar melihat bagian dalamnya.

Ternyata memang betul kata teman saya. Harmonika itu sudah berumur  dan kelihatan lama tak pernah dipakai. Bagian dalamnya penuh dengan debu. O ya, komponen comb harmonika tersebut terbuat dari kayu. Ketika hendak melepas reed plate-nya, saya baru sadar bila reed plate itu tidak dipasang dengan menggunakan baut, tetapi dengan paku. Akhirnya saya mengurungkan niat, dan hanya mencoba membersihkan setiap lubang dengan kondisi reed plate masih terpasang pada comb.

Setelah selesai saya bersihkan, saya mencoba untuk memainkannya. Beberapa reed nampaknya sudah mulai fals, maklum sudah berumur dan lama tak dimainkan. Namun suara khas harmonika tremolo masih tetap terjaga. Reed yang mulai fals saya diamkan saja, karena saya belum mempunyai pengalaman melakukan Reed Tuning harmonika. Yah, paling tidak saya bisa berjumpa lagi dengan “wafer” tremolo seperti yang pernah saya miliki dulu. Mungkin bila dulu saya tak memiliki harmonika tremolo seperti itu, saya tak akan pernah merasa jatuh cinta dengan harmonika. Jadi, yah, saya tetap menaruh hormat pada harmonika seperti itu…hehehheeh….