Showing posts with label Tutorial. Show all posts
Showing posts with label Tutorial. Show all posts

Sunday, November 26, 2017

Tutorial : Posisi 12 Harmonika Diatonik (First Flat)

Helow,

Kali ini langsung saja, saya ingin membahas tentang posisi 12 atau yang sering disebut sebagai "First Flat". Posisi yang cocok buat mainin lagu jazzy ini menuntut kita untuk sudah memiliki kemampuan melakukan teknik Bending secara akurat dan stabil. Mirip dengan posisi ke 2 (CrossHarp), posisi ini pada oktaf pertama lebih banyak menggunakan teknik sedot. Nah, susunan tab harmonika nya pada oktaf pertama adalah seperti berikut :
Videonya bisa disimak di bawah ini, dan pada rekaman ini saya menggunakan harmonika kunci C, sehingga ketika menggunakan posisi 12, berarti saya bermain dalam nada dasar Do = F. O ya, sekaligus juga saya membahas tentang posisi 3 (Slant Harp) yang sebenarnya masih ada hubungan dengan posisi 12 tersebut.

Sedangkan untuk contoh penggunaan posisi ini ada di video berikut ini, dengan catatan, di lagu ini saya menggunakan harmonika kunci A, sehingga nada dasarnya adalah Do = D.

Sila dinikmati! Semoga berguna!

Saturday, November 11, 2017

Dasar Bermain Harmonika Tremolo

Banyak juga pertanyaan datang ke saya, soal cara bermain harmonika Tremolo.

Wah, jujur, saya agak susah menjawabnya, karena memang saya secara pribadi lebih cenderung fokus di harmonika diatonik. Saya juga nggak punya harmonika Tremolo. Beberapa kali beli, selalu saya jadikan hadiah buat anak-anak, ketika saya "jualan" EO...hehehehhe....
Nah, daripada susah, mending kita dengar nasehat dan petuah dari yang sering mainin harmonika jenis ini deh...Agak telat sih tayangnya, cuma daripada enggak sama sekali ya...? Hehehehe...

Berikut pak Arif Sidarta akan memberikan penjelasan mengenai dasar bermain harmonika jenis Tremolo.

Terima kasih banyak untuk pak Arif, bro Helmy Fairuz, dek Rona Telam Selliy dan masbro R'Van Hermawan yang datang jauh-jauh dari Semarang untuk nggonjrengin dan kasih backing sound...wkwkww...

Sila dinikmati!






Sunday, October 29, 2017

Jagalah Kebersihan (Harmonika) !

Hei!

Slogan "Jagalah Kebersihan" ternyata nggak cuma berlaku untuk lingkungan hidup.
Harmonikapun harus tetap dijaga kebersihannya. Kita tahu bahwa harmonika adalah alat musik yang dimainkan dengan menggunakan mulut. Artinya, mulut kita bersinggungan langsung dengan alat musik ini. Beda tentunya dengan gitar atau piano yang menggunakan tangan. Kalau harmonika kita tidak dijaga kebersihannya, lantas bagaimana nasib mulut kita ya?
Aduh, amit-amit deh, mendingan dijaga kebersihannya....
Daripada mulut kita kenapa-kenapa,.. Ya nggak?

Nah, video ini saya buat untuk mengingatkan teman-teman supaya rajin menjaga kebersihan harmonika masing-masing. Sepele sih, tapi jangan salah, justru hal yang sederhana ini kalau terlalu sering dilewatkan, kita sendiri yang akan rugi.



Jadi, tak ada salahnya bukan...?

Selamat menjaga kebersihan harmonikamu, kawan!

Saturday, June 11, 2016

Two Holes Blues

Hai!

Kalau pas lagi di luar kota, terus kepengen ngajak kopdaran sesama pencinta harmonika, tapi gak ada yang nanggepin, itu rasanya gimanaaaa gitu...ehehehehe....

Tapi, woles lah...kita mah yang penting enjoy. Nah, ceritanya kali ini, daripada manyun gara-gara batal kopdaran, saya ingin berbagi tentang Blues Scale, khususnya kalau kita mau main Blues hanya dengan menggunakan beberapa lubang pada harmonika diatonik.

Ada yang pernah nanya :"Emang bisa ya, main Blues cuma di lubang 1 & 2?"
Kali ini, saya akan menjawabnya ;"BISA!"

Meski hanya dengan menggunakan 2 lubang saja, kita masih bisa kok memainkan musik Blues...
Kita simak ya video berikut ini..maaf kalau TKP nya di kamar mandi...hahahahah....

Semoga berguna ya....Salam Sedot Sebul!




Tuesday, April 19, 2016

Blues Scale pada Harmonika Diatonik

Fiuuhhh…

Setelah sekian lama, akhirnya saya bisa kembali membuat video tutorial tentang
harmonika. Kali ini saya ingin berbagi satu pemahaman dasar mengenai Blues
Scale
. Sebenarnya video ini saya buat karena banyak teman menanyakan cara
memainkan musik Blues dengan menggunakan harmonika diatonik. Nah, sebelum bisa
memainkan musik Blues, pertama kali kita harus tahu tangga nada atau Scale nya
terlebih dahulu. Khusus pada video ini saya hanya membahas tentang nada-nada
yang terdapat dalam Blues Scale pada oktaf pertama.

Oke, tanpa harus banyak cingcong lagi, segera kita simak
video berikut ini. Tetap semangat dan Salam Sedot Sebul!!!


Sunday, August 30, 2015

Contoh pola Chugging

Hai hai....Kali ini saya ingin mengajak teman-teman untuk belajar teknik Chugging. Pada prinsipnya teknik Chugging itu menirukan suara lokomotif kereta api, namun bisa juga dimodifikasi menjadi beberapa pola lain.

Nah, pada video saya kali ini, variasi yang ingin saya bagikan menggunakan pola "Chak-a-Chak-a". Apa itu ya?

Ya, itulah rangkaian suku kata yang diucapkan sembari kita menyedot atau meniup harmonika kita. Lidah memainkan peran penting dalam memotong aliran udara, dengan menyebutkan rangkaian suku kata tersebut.

Berikut contoh pola variasi Chugging yang saya mainkan dalam video ini :

"Chak-a-Chak-a | Chak-a-Chak-a | Chak-a-Chak-a | Duuu-Duuu |"

Penerapannya sama saja saat meniup atau menyedot, bedanya, saat menyedot, kata "Chak-a" seolah diucapkan sambil menghisap udara, sementara kata "Duuu-Duuu" kita ucapkan saat meniup. Sebaliknya, saat meniup, kata "Chak-a" kita ucapkan sembari meniup, sedangkan kata "Duuu-Duuu" kita ucapkan sambil menghisap. Ini perlu dilakukan karena sebenarnya bermain harmonika pada prinsipnya sama seperti kita bernafas. Kita tak bisa terus menerus menyedot, tanpa meniup, karena paru-paru kita akan keburu penuh dengan udara. Begitu juga saat meniup, kita tak bisa melakukannya terus menerus, karena paru-paru kita akan keburu kehabisan udara. Nah, dalam contoh pola di atas, kata "Duuu-Duuu" menjadi semacam mekanisme penyeimbang. Saat kita menyedot, "Duuu-Duuu" menjadi mekanisme pembuang udara, sedangkan saat meniup, menjadi mekanisme pengambil udara.

Bingung? Coba kita lihat pola berikut ini :

# Menyedot :

"Chak-a-Chak-a | Chak-a-Chak-a | Chak-a-Chak-a | Duuu-Duuu |"
         (sedot)                 (sedot)                  (sedot)              (tiup)

Meniup :

"Chak-a-Chak-a | Chak-a-Chak-a | Chak-a-Chak-a | Duuu-Duuu |"
         (tiup)                     (tiup)                     (tiup)              (sedot)

Cobalah dengan tempo yang sangat lambat, lalu makin lama makin dipercepat.

Baiklah, selamat mencoba, semoga berguna ya! Salam Sedot Sebul!

Tuesday, February 10, 2015

Primbon Posisi Harmonika Diatonik

Hei!
Apakah Anda mengalami kebingungan ketika hendak menentukan nada dasar saat memainkan harmonika diatonik Anda?

Nah, mungkin saya bisa sedikit membantu Anda. Silakan cermati tabel yang saya buat ini. Dengan tabel ini Anda dapat dengan mudah menentukan nada dasar permainan musik Anda, terkait dengan kunci harmonika diatonik yang Anda miliki. Di kolom sebelah kiri adalah kolom yang menunjukkan kunci harmonika diatonik Anda.
Sedangkan kolom-kolom berikutnya adalah kolom yang menunjukkan posisi bermain harmonika, dan nada dasar yang dapat Anda peroleh dengannya.
Harap diingat, pada posisi pertama, nada dasar didapat dari lubang 4 TIUP. Posisi ke dua, dari lubang 2 SEDOT. Posisi ke tiga,dari lubang 4 SEDOT.

Saya hanya membuat sampai pada posisi 3, karena terus terang ke tiga posisi itulah yang baru bisa saya kuasai. Maklum, namanya juga masih terus belajar.

Nah, silakan simpan tabel ini, atau kalau perlu dicetak dan disimpan di dalam dompet (heheheh....). Sehingga sewaktu-waktu Anda kebingungan menentukan nada dasar, Anda hanya perlu melihat primbon ini. Hahahahaha....!

Semoga berguna ya!

Salam Sedot Sebul!!!

Saturday, January 17, 2015

Segara Harmonika....!

Oi...Selamat Tahun Baru 2015 dulu lah ya...! Maaf baru sempat nulis lagi nih...

Artikel kali ini berisi tentang salah satu usaha dalam rangka mengenalkan alat musik Harmonika kepada orang banyak. Usaha kali ini dilakukan oleh masbro Segara "Ega", putra dari penyanyi kenamaan, mas Ebiet G.Ade.

Rupanya masbro Ega yang adalah seorang penyanyi ini  juga memainkan harmonika dalam salah satu (atau beberapa?) lagunya...Dalam video singkat di bawah ini, mas Ega dengan cukup jelas menjelaskan tentang harmonika kromatik. Wah, koleksinya lumayan, ada Hohner CX12 dan Suzuki CX-48 kalau tidak salah.

Well, senang bila melihat ada orang yang juga mengenalkan instrumen unik ini kepada khalayak umum. Semoga harmonika makin dikenal oleh masyarakat Indonesia. Sekali lagi ijinkan saya menguacapkan terima kasih kepada masbro Ega yang telah membuat video berikut ini.

Sila disimak!

Salam Sedot Sebul!!!








Saturday, December 27, 2014

Tips Harmonika : WahWah, Hand Tremolo & Tongue Blocking

Hai!
Pergantian tahun 2014 ke 2015 sebentar lagi tiba. Sebelum masa itu datang, saya kok rasanya kepengen bikin video tutorial lagi, tapi bingung mau bikin apa.

Nah, akhirnya terpikir untuk berbagi mengenai beberapa tips sederhana dalam bermain harmonika diatonik. Ada beberapa teknik, yaitu teknik "WahWah", Hand Tremolo dan Tongue Blocking.

O iya, video ini saya buat sekalian dalam rangka uji coba smartphone saya yang baru beli (ahahaah....pamer nih ceritanya...), yaitu Acer Liquid E700. Saya penasaran dengan kemampuannya merekam video. Ada kelemahan yaitu autofokus nya berubah-ubah, sehingga mengganggu tampilan bila Anda lihat di video ini. Namun soal audio justru lumayan bersih, lho....

Ah, tapi bukan itu intinya....Intinya saya ingin berbagi sesuatu kepada teman-teman Pencinta Harmonika, sebelum tutup tahun 2014 ini. Sekali lagi, semoga bermanfaat dan tetap semangat!

Salam Sedot Sebul!








Thursday, July 3, 2014

Tips Membersihkan Harmonika Diatonik

Sebagai alat musik yang dimainkan dengan menggunakan mulut, tak pelak lagi harmonika harus dijaga kebersihannya, sebab mulut pemainnya langsung bersinggungan dengan instrumen ini. Kali ini saya ingin berbagi tips mengenai cara membersihkan harmonika diatonik. Bukan untuk menjadi yang paling tahu, tetapi hanya sekedar membagi pengalaman saya saja.
Pada harmonika diatonik, hal yang kerap kali ditemui adalah adanya sisa air liur (saliva), baik di permukaan luar maupun di bagian dalamnya. Kotoran ini bila dibiarkan terlalu lama, selain dapat menimbulkan rasa tak nyaman bagi yang melihatnya, juga dapat menjadi gangguan saat kita memainkan harmonika diatonik kita. Bahkan dapat membuat reed dalam harmonika kita menjadi tak berbunyi sama sekali. O ya, harmonika diatonik yang saya maksud di sini adalah harmonika yang cover plate nya dikunci dengan menggunakan baut dan bukan paku, serta yang comb nya terbuat dari plastik dan bukan kayu. Sebab harmonika yang comb nya terbuat dari kayu serta cover plate nya dikunci dengan menggunakan paku, membutuhkan perlakuan yang berbeda dan lebih rumit.

Sebelum kita mulai membersihkan, ada baiknya kita siapkan beberapa peralatan yang diperlukan, antara lain : obeng plus, tang (bila perlu), kain lap lembut, tusuk gigi dan alkohol dengan kandungan 70%. Saya tak menganjurkan tisu sebagai alat pengelap, karena dapat menggerus permukaan cover plate. Selama ini saya menggunakan kain lap yang saya dapat ketika membeli harmonika diatonik merk ANGEL. Jadi, meski termasuk harmonika diatonik yang sering dihindari, paling tidak ANGEL masih memberi manfaat buat saya…hehehehe…..O iya, kain lap kacamata atau monitor/TV juga bisa digunakan!

Untuk membersihkan permukaan cover plate secara mudah, cukup basahi kain lap dan seka seluruh permukaan sampai bekas bibir dan air liur yang menempel hilang. Tapi silakan cermati bahwa di sela-sela antara cover plate dan reed plate biasanya ada endapan air liur yang mengering.

Lap saja tak cukup bisa menghilangkannya. Untuk membersihkannya, mau tak mau kita harus membuka ke dua cover plate. Kemudian silakan seka ke dua cover plate, baik di bagian luar maupun dalamnya. Saya perlu ingatkan bahwa Anda harus ekstra hati-hati saat menyeka bagian tepi cover plate, karena bagian ini hampir setajam pisau! Jari saya sudah dua kali menjadi korban keganasan tajamnya tepian cover plate. Saya tak sadar ketika menyekanya dengan lap, tiba-tiba jari  terasa perih dan ternyata sudah berdarah-darah. 
Lap yang saya gunakan rupanya sobek dan jari sayalah yang menjadi sasaran!

Selanjutnya perhatikan bagian reed plate. Saliva yang tertinggal akan dapat kita temui di bagian depan (bagian di atas bawah lubang). Bila hanya ada sedikit, cukup gunakan tusuk gigi atau batang lidi kecil untuk mencungkilnya secara lembut. 





Jangan gunakan batang berbahan besi karena dapat merusak comb atau reed plate
O ya, hati-hati saat akan membersihkan reed dalam keadaan reed plate masih terpasang. Jangan 
menggunakan obeng, atau batang keras lainnya, karena dapat merubah jarak antara reed dan reed plate (reed gap).


Nah, bila Anda berniat membersihkan keseluruhan bagian harmonika diatonik Anda, bersiaplah untuk melepas ke dua reed plate- nya. Ingat, hati-hati dengan baut pemegang reed plate maupun cover plate, jangan sampai hilang, atau Anda akan menyesal! Ingatlah pula posisi reed plate atas (BLOW) dan bawah (DRAW) supaya nanti jangan tertukar saat Anda memasangnya kembali. Mungkin hal ini sepele, tapi kalau salah bisa repot kita…heheeheh…

Nah, bila ke dua reed plate sudah Anda lepas, silakan cermati permukaannya. Bila ada sisa saliva yang tertinggal, silakan gunakan lap lembut yang sudah dibasahi dengan menggunakan alkohol 70%, dan seka secara hati-hati tepian reed plate yang menghadap ke arah depan (arah yang menghadap mulut Anda ketika Anda memainkan harmonika). 




Saat menyeka permukaan reed plate, hati-hati jangan sampai kain lap Anda tersangkut reed yang “nongol”, sebab hal itu dapat membuat reed bengkok atau malah fatalnya, patah! Anda tak ingin itu terjadi bukan?





Lanjutkan dengan membersihkan comb yang sudah dalam keadaan terbuka. Perhatikan bagian lubang-lubangnya, karena disitulah biasanya endapan saliva tertinggal. Cukup cungkil dengan menggunakan tusuk gigi atau batang lidi kecil. Biasanya sisa saliva akan berwujud seperti lembaran sangat tipis yang berwarna putih dan menempel pada siku-siku tiap lubang comb. Sekalian juga bersihkan setiap bagian dalam lubang dengan menggunakan lap yang telah dibasahi alkohol.


Nah, sangat mudah bukan? Setelah Anda selesai membersihkan seluruh bagian harmonika diatonik Anda, silakan pasang kembali semuanya seperti sedia kala. O ya, biasakan setiap Anda selesai memainkan harmonika, ketuk-ketukkanlah harmonika pada telapak tangan Anda untuk mengeluarkan sisa air liur dan kotoran lain, sebelum terlanjur mengendap di dalam. Ini tentunya akan sangat membantu sehingga kita tak perlu terlalu sering membongkar harmonika kita.
Kira-kira itu tips singkat dari saya, semoga dapat membantu Anda semua. Jadi, jangan ragu dan takut untuk membersihkan harmonika diatonik milik Anda, supaya dapat selalu terjaga kebersihannya.

Selamat mencoba dan Salam Sedot Sebul!

Wednesday, April 9, 2014

3rd Position!!! (Posisi Bermain Harmonika Diatonik)

Ah, satu kelegaan lagi muncul, karena akhirnya saya bisa kembali membuat satu video tutorial mengenai salah satu posisi dalam bermain harmonika diatonik.

Kali ini saya ingin berbagi mengenai posisi ke 3 (Third Position), atau  disebut posisi "Slant Harp". Dengan posisi ini kita akan mendapatkan susunan tangga nada minor, yang juga dikenal dengan nama "Dorian mode".
Pada posisi ini, root note atau nada dasarnya bisa didapat dari lubang 1 sedot, lubang 4 sedot atau lubang 8 sedot. Apabila kita menggunakan harmonika diatonik kunci C, maka ketika kita menggunakan posisi ke tiga ini, artinya kita bermain dalam nada dasar Dm (karena tangga nadanya minor). Posisi ke tiga memang sangat tepat digunakan untuk memainkan lagu-lagu minor, bahkan "Blues" pun bisa.

Nah, tanpa banyak ucap, silakan simak video tutorial berikut ini. Mohon maaf bila ada kesalahan-kesalahan yang terjadi, dan kiranya video ini bisa membantu teman-teman sekalian yang ingin belajar mengenai posisi SlantHarp tersebut.



*O iya, sebagai contoh penggunaan posisi ke Tiga ini, silakan simak salah satu video yang sudah pernah saya buat sebelumnya :

Baiklah, selamat mencoba!

Salam Sedot Sebul!

Monday, April 7, 2014

Tab Harmonika : "Indonesia Tanah Air Beta"

Kabar gembira!

Akhirnya saya dapat memenuhi janji saya kepada beberapa teman untuk membuatkan tab harmonika salah satu lagu nasional Indonesia yang pernah saya bawakan di Youtube, yaitu : "Indonesia Tanah Air Beta".

Sebagai orang yang belajar secara otodidak dan tak terbiasa menggunakan partitur lagu atau membaca notasi angka dan balok, terus terang membuat tab harmonika bukan hal yang mudah buat saya.  Selama ini saya selalu memainkan alat musik dengan mengandalkan "feeling" saya saja.....dan cenderung "Play By Ear", yaitu mencoba mendengarkan orang lain memainkan suatu lagu, lalu baru saya berusaha menirunya.

Namun akhirnya saya seleseaikan juga tab harmonika lagu "Indonesia Tanah Air Beta" ini. Silakan disimak ya, teman-teman....apabila ada yang salah, tolong beritahu saya....maklum, saya masih awam dalam hal membuat tab harmonika. Selamat mencoba!
Salam Sedot Sebul!

Saturday, January 4, 2014

From Jogja with Harmonica...

Yup!
Liburan Natal yang lalu saya berkesempatan untuk pergi ke Jogja, walau tak lama, hanya sekitar 3 hari saja. Tanpa banyak pikir, segera menghubungi beberapa teman pencinta harmonika yang ada di Jogja, maupun yang sedang pergi ke Jogja, tentu saja untuk melakukan kopdar, alias kopi darat.

Kopdar tersebut mengambil tempat di sebuah angkringan yang terletak di depan kantor harian Kedaulatan Rakyat, dan lebih dikenal dengan nama "Angkringan KR". Tongkrongan ini terletak di Jl. Mangkubumi, yang masih segaris dengan Jl. Malioboro, namun terpisah oleh rel kereta api Stasiun Tugu.

Agak repot juga mencari tempat nongkrong, karena malam itu masih dalam suasana liburan, sehingga tikar-tikar yang tersedia pun penuh sesak. Untung saja kami menemukan satu "kapling" yang kosong, dan langsung kami tempati. Yang jadi masalah adalah mencari orang-orang yang hendak datang. Ya, karena kami belum pernah saling bertemu, hanya lewat FB saja. Kecuali Sunu, yang asli Jogja namun sedang berdomisili di Jakarta dan sering nongkrong bareng saya (lihat video-video saya saat jamming bersamanya).

Namun ada satu orang yang kreatif memberikan tanda. Dia duduk di pinggir trotoar, dan membunyikan harmonikanya keras-keras. Sontak saja kami langsung mengenalinya. Hahahaha...sebuah cara yang ampuh untuk memanggil "kawanan" pencinta harmonika.
Dengan adanya 1 tambahan orang lagi, kami nongkrong berempat.

Kami bicara ngalor ngidul sambil menyantap nasi kucing ala angkringan, dan berdiskusi soal harmonika tentunya. Tak ketinggalan jamming bersama, yang sama sekali tak mengindahkan kaidah "solo jamming" ...hahahaha....Tak apalah, namanya juga masih amatir.

Namun yang menarik adalah saat kami menyaksikan salah seorang rekan menunjukkan sebuah alat sederhana untuk merekam permainan harmonikanya sendiri. Alat unik tersebut terbuat dari bahan sederhana yang mudah didapatkan. Lumayan ampuh juga, karena alat tersebut ditempelkan pada sebuah smartphone yang berfungsi sebagai perekamnya.



Singkat kata, pertemuan malam itu sungguh "guyub" (akrab) dan dipenuhi dengan canda tawa plus obrolan serius seputar harmonika. Mungkin yang datang hanya 4 orang, namun saya punya mimpi dan keyakinan, lain waktu peserta kopdar pasti akan lebih banyak lagi. Maklum, kopdar yang satu ini boleh dibilang agak dadakan.

Yah, saya berharap sih, para pencinta harmonika yang ada di Jogja dan sekitarnya dapat segera mewujudkan pertemuan rutin mereka.
Tentu saja saya juga ingin ikut bergabung...hehehhee......*asal dapat liburnya*.....:p

Terima kasih kepada mas Sunu, mas Mujib dan mas Rifai yang bersedia hadir dalam kopdar malam itu. Ke depannya, semoga virus sebul sedot dapat semakin meracuni masyarakan Jogja juga.

Lanjutkan!!!!

Salam Sedot Sebul

Sunday, December 15, 2013

Teknik Vibrato pada Harmonika Diatonik

Ah, akhirnya satu hutang sudah bisa saya lunasi!

Sudah lama saya hendak membuat video tutorial tentang salah satu teknik bermain harmonika diatonik yang ditanyakan oleh beberapa teman, baik di grup FB maupun di blog ini.

Teknik tersebut adalah teknik Vibrato. Teknik Vibrato pada harmonika diatonik pada intinya akan menghasilkan perubahan pada suara yang dihasilkan. Perubahan yang terjadi adalah perubahan tinggi rendah nada atau pitch nada secara berulang-ulang. Perubahan itu sebenanya tak perlu terlalu besar, namun cukup dapat memberikan warna pada permainan harmonika kita.

Sejauh yang saya tahu, ada dua macam teknik dasar vibrato, yaitu vibrato yang menggunakan lidah (Tongue Vibrato) dan tenggorokan (Throat Vibrato). Biasanya vibrato digunakan pada akhir suatu baris lagu, dan karena berfungsi sebagai pemanis, vibrato justru tidak disarankan untuk dilakukan di sepanjang baris atau bahkan lagu....:)

Hmmm...tanpa perlu berpanjang-panjang, lebih baik saksikan video singkat berikut ini. Keraskan sedikit volume speaker Anda, karena (mohon maaf) audionya mungkin agak kurang keras. Mohon maaf pula bila masih terdapat kekurangan di sana-sini. Saya hanya sekedar ingin berbagi, dan semoga teman-teman semua dapat merasakan manfaatnya.

O, ya, pada video ini saya menggunakan harmonika kunci A, sehingga, saat saya memainkan 2nd Position, maka nada dasarnya adalah do= E.

Selamat menyaksikan!



Monday, October 7, 2013

Jangan takut belajar harmonika!

Apakah Anda sedang mengalami stres karena menemui banyak kesulitan dalam belajar memainkan harmonika? Frustrasi karena tak kunjung menguasai teknik-teknik yang sudah diidam-idamkan sejak lama?
Anda tak sendirian. Ada banyak orang yang mengalami hal yang sama.
Tapi jangan kuatir, sulit bukan berarti tak mungkin. Bukan juga berarti Anda sudah tervonis tidak bisa memainkan harmonika.

Ada salah seorang rekan di grup PH yang mungkin dapat memberikan inspirasi bagi Anda semua. Beliau membuat sebuah video singkat yang judulnya saja sudah dapat mewakili perasaan sang pembuat video : "Belajar Harmonika Diatonic Susaaah!"

Tapi tunggu dulu, walaupun dia mengaku mengalami kesulitan dalam memainkan harmonika diatonik, pada bagian berikutnya Anda dapat melihat bagaimana dia beralih ke harmonika tremolo dan memainkan sebuah lagu yang tak asing lagi. Ya! Soundtrack film "Titanic" dia bawakan dengan penuh penghayatan, dan tak nampak sedikitpun kesulitan yang dia alami. Terlihat dia begitu menikmati setiap nada yang keluar dari harmonikanya.

Mungkin memang dia sedang "apes" karena merk harmonika diatonik yang dia gunakan adalah ANGEL! Hahaha...seperti yang sudah sering saya bahas, harmonika merk ANGEL bukanlah merk yang direkomendasikan bagi pemula saat belajar harmonika diatonik. Beliau juga membuktikan betapa nada-nada yang dihasilkan oleh harmonika ANGEL benar-benar tidak pas!

Nah, maksud saya adalah, ketika Anda frustrasi karena kerap menemui kesulitan saat belajar harmonika, cobalah untuk tenang, rileks dan enjoy! Nikmati saja prosesnya. Tumbuhkan rasa percaya diri Anda dengan mengatakan : "Ya...mungkin saat ini saya belum bisa. Tetapi suatu saat saya pasti bisa!!!"

Masbro yang muncul dalam video ini benar-benar memberi contoh nyata bagaimana dia bisa menikmati proses belajar harmonika. Bahkan kalau boleh saya bilang, masbro yang satu ini sangat percaya diri, sampai-sampai gayanyapun meyakinkan. Sentuhan humornya yang menggelitik sungguh membuat saya tertawa. Bukan karena kesulitan yang dia hadapi, tapi karena sikap dan cara pandangnya yang sungguh positif.

Jadi saya sarankan Anda untuk tetap santai dan menikmati setiap langkah belajar yang musti ditempuh. Saya yakin tahap demi tahap akan dapat Anda lalui. Nah, sekarang teruslah belajar dan jangan menyerah.

Salam Sedot Sebul!





*Terima kasih kepada masbro Pujakesuma yang telah membuat video tersebut dan memberikan inspirasi bagi saya. Saya percaya kemampuannya akan berkembang seiring waktu berjalan!

Monday, August 19, 2013

Posisi Dalam Bermain Harmonika Diatonik : Crossharp/2nd Position

Blessing in Disguise…

Mungkin jargon tersebut cukup dapat mewakili munculnya sebuah terobosan baru dalam bermain harmonika diatonik. Seperti yang sudah pernah saya jelaskan, sebuah harmonika diatonik dibuat dengan susunan nada yang disebut : Richter Tuning, dimana ada beberapa nada yang dianggap “hilang”. Hilangnya beberapa nada ini sempat dianggap sebagai sebuah kecacatan.

Namun saat harmonika diatonik diboyong dari Eropa ke Amerika Serikat, dan segera menjadi salah satu alat musik yang popular di kalangan orang kulit hitam, muncullah sebuah fenomena ajaib. Asal tahu saja, orang-orang kulit hitam Amerika pada awal abad ke 20 adalah kalangan yang dianggap rendah, terpinggirkan dan lekat dengan cap Budak. Musik Bluespun sebenarnya muncul dari kalangan ini. Blues kebanyakan bercerita tentang ratapan, kesedihan, pergumulan namun juga pengharapan akan hidup yang lebih baik, di tengah-tengah realita kondisi kehidupan mereka sebagai budak dan kaum marjinal.

Nah, alih-alih menggunakan cara bermain (posisi bermain) yang dominan dengan nada Tiup, orang kulit hitam Amerika menggunakan posisi bermain yang dominan dengan nada Sedot.Root Note atau nada dasarnya dimulai dari lubang ke 2 sedot. Kebetulan juga susunan nadanya sangat pas dengan tangga nada Blues, yaitu adanya nada 7th flat, atau dalam solmisasi disebut “Sa” (Nada Si, turun ½).

Posisi ini disebut 2nd Position, atau juga lazim disebut dengan Crossharp position. Bila kita menggunakan harmonika diatonik kunci C, makan dengan posisi Crossharp, artinya kita bermain dalam kunci G. Untuk mudahnya, bila Anda  mencari kunci pada posisi kedua, cukup tambahkan kunci yang tertulis pada harmonika Anda, dengan 4 nada berikutnya (mengikuti aturan tangga nada mayor). Misalnya, Anda akan menggunakan  posisi Crossharp dengan harmonika kunci D, maka artinya Anda akan bermain dalam nada dasar  D ditambah 4 nada berikutnya : E = F# - G = A .Ya! Berarti nada dasarnya adalah A
Jangan lupa, tanda “=” menunjukkan interval 1 nada, sedangkan “-“ artinya interval ½ nada (interval pada tangga nada mayor). 

Perlu saya tekankan, posisi ini memang paling cocok untuk memainkan lagu-lagu Blues. Nada-nada yang didapat melalui teknik Bending sangatlah menjadi ciri khas permainan Blues Harmonica.
Teknik inilah yang kemudian membuat harmonika diatonik memiliki keunikan tersendiri yang mampu membius banyak orang.  Apalagi jika digabungkan dengan teknik hand-cupping, maka sebuah harmonika diatonik dapat menghasilkan suara “melolong”, mirip lolongan serigala yang mampu membuat kecut hati (atau malah jadi galau?!?!).

Susunan tangga nada Blues yang dapat diperoleh dengan menggunakan posisi Crossharp adalah sebagai berikut :

Sementara itu silakan menyimak video tutorial yang sudah saya buat, untuk sekedar menjadi tambahan penjelasan. Namun mohon maaf sekali lagi bila volumenya terlampau kecil. Semoga berguna, ya...

 Salam Sedot Sebul!

Friday, August 9, 2013

Posisi dalam Bermain Harmonika Diatonik: 1st Position

Menakjubkan!

Mungkin itu yang bisa mewakili perasaan saya ketika pertama kali berkenalan dengan harmonika diatonik. Bagaimana tidak, setelah membaca berbagai artikel, dan melihat video di sana-sini, saya tercengang mengetahui fakta bahwa alat musik sekecil itu bisa memainkan berbagai macam kunci/nada dasar. Padahal sebelumnya, saya berpikir, sebuah harmonika diatonik hanya bisa memainkan satu nada dasar saja, yaitu nada dasar yang tertulis di badannya. Fiiuuhhh....bahkan dengan teknik bermain tingkat dewa yang sering disebut teknik Overbend, kita bisa memainkan lagu dengan SEMUA nada dasar, termasuk nada dasar kromatik!

Yah, rahasianya terletak pada hal yang kita sebut dengan Posisi Bermain. Mirip dengan piano, kitapun sebenarnya bisa memainkan sebuah lagu dalam beberapa nada dasar, dengan cara mengubah posisi bermain kita. Posisi yang dimaksud di sini adalah posisi atau letak nada dasar/nada akar (rootnote) kaitannya dengan lubang-lubang pada harmonika, dan cara membunyikannya (sedot/tiup). Ada beberapa posisi bermain harmonika diatonik, namun kali ini saya ingin membagikan sekilas mengenai posisi pertama, atau yang dalam bahasa Inggris disebut 1st Position, atau juga Straight Harp.

Dengan menggunakan posisi pertama ini, berarti kita bermain dalam nada dasar seperti yang tertulis pada badan harmonika diatonik yang kita pakai. Misalkan, pada sebuah harmonika diatonik, ada tertulis kunci C. Bila kita menggunakan posisi pertama, berarti kita bermain dalam nada dasar do=C. Rootnote atau nada dasarnya terletak di lubang 1 tiup, lubang 4 tiup, lubang 7 tiup dan lubang 10 tiup. Ada 3 oktaf yang dapat kita mainkan, yaitu oktaf bawah, oktaf tengah dan oktaf atas. Namun hanya pada oktaf tengahlah, dapat kita temui nada-nada diatonis lengkap yang terangkai dalam tangga nada Mayor. Istilah gampangnya : SOLMISASInya lengkap, yaitu: do-re-mi-fa-so-la-si-do.

Pada oktaf bawah dan oktaf atas, akan ditemui fakta bahwa kita "kehilangan" beberapa nada. Misalkan, pada oktaf bawah,  kita kehilangan nada "fa" dan nada "la". Begitu juga pada oktaf atas, nada yang hilang adalah "si". Sebagai informasi, nada-nada yang "hilang" tadi dapat diperoleh dengan menggunakan teknik Bending, baik Bending Sedot (drawbend) maupun Bending Tiup (blowbend). Namun untuk pemula, saya rasa menggunakan oktaf tengah saja sudah cukup, mengingat semua nada diatonis tersedia di sana.

Diagram sederhana dari susunan nada dengan menggunakan posisi pertama adalah sebagai berikut:

Sementara, saya juga telah membuat sebuah video tutorial (amatir) mengenai posisi pertama ini. Video ini saya unggah sebagai sebuah alat bantu yang diharapkan dapat memberi pemahaman yang lebih baik, karena ada dimensi audio visualnya.

Semoga membantu ya...tapi mohon maaf, bila kualitas videonya kurang baik. Maklum, saya hanya menggunakan sebuah handycam sederhana. Untuk posisi yang lain, tunggu saja tulisan saya berikutnya.



SalamSedotSebul!

Saturday, July 20, 2013

Reed Gapping

Pernah mengalami hal seperti berikut ini?

Anda membeli sebuah harmonika, lalu mencoba memainkannya, tetapi pada beberapa lubang, nampaknya Anda mengalami kesulitan untuk membunyikannya? Seperti tertahan, tercekik, atau bahkan terasa berat? Padahal menurut Anda, teknik yang digunakan sudah benar...

Tenang!...Hal seperti ini jamak dialami. Terutama ketika kita membeli harmonika diatonik yang murah, katakanlah seharga kurang dari Rp. 100.000,00. Tapi jangan salah, dengan harmonika yang lebih mahal, Anda juga bisa mengalami hal yang sama. Jangan kuatir, tak usah terburu-buru memvonis bahwa harmonika yang Anda beli itu cacat! Biasanya, masalah seperti itu dapat diatasi dengan satu cara mudah, yang kerap disebut dengan teknik "Reed Gapping". Bagi pemain harmonika, sangat disarankan untuk dapat menguasai teknik ini.

Reed Gapping artinya melakukan penyesuaian jarak kerenggangan (gap) antara Reed dengan Reed Slot. Kesulitan dalam menghasilkan suatu nada pada lubang tertentu, kemungkinan karena kerenggangan reed yang dimaksud itu masih terlalu sempit. Hasilnya tentu saja, reed akan susah bergetar, dan sulit menghasilkan bunyi.

Teknik Reed Gapping sebenarnya gampang. Anda hanya perlu menambah sedikit saja jarak antara reed dengan slot nya. Alat yang dibutuhkan sangatlah sederhana : Struk ATM! Ya! Kertas yang keluar dari mesin ATM, setiap kali kita melakukan transaksi. Mengapa struk ATM? Coba Anda perhatikan, kertas ATM memiliki tingkat kelenturan yang cukup baik, tak mudah sobek, dan permukaannya cenderung licin. Karakter ini sangat memudahkan kita dalam melakukan Reed Gapping. Karena perubahan jarak kerenggangan yang akan kita raih tak terlalu besar, maka kita harus berhati-hati dalam melakukan teknik ini. Sampai-sampai ada yang menyebutnya seolah-olah kita me"massage" atau memijat Reed yang ada.

Nah, kertas ATM tadi sangat cocok untuk kita pakai. Kelenturannya yang bagus akan meminimalisir kemungkinan kita mematahkan Reed. Permukaannya yang licin juga akan membantu kita "memijat" secara halus dan merata. Cara melakukannya, dapat Anda lihat pada gambar di atas. Ingat, tak usah terlalu keras menekan kertasnya. Cukup selipkan kertas sampai ke pangkal Reed, lalu tarik perlahan sambil sedikit diangkat. Lakukan ini secara searah dan berulang-ulang. Berhati-hatilah supaya kerenggangan yang dihasilkan tak terlampau lebar, karena ini akan menyebabkan harmonika menjadi "ngempos".

Biasanya, bagi pemula, setelah membeli harmonika, lubang-lubang yang berpotensi mendatangkan masalah adalah lubang 2 dan 3. Namun tak tertutup kemungkinan ada lubang yang lain juga. Oleh karena itu, teknik ini layak dicoba. Untuk lebih lengkapnya, silakan simak video dari Adam Gussow berikut ini :

Baiklah, semoga tips ini berguna untuk Anda yang mengalami masalah seperti yang sudah saya sebutkan di awal. Ingat, sebisa mungkin latihlah kepekaan Anda dalam melakukan teknik ini, supaya dapat meraih jarak kerenggangan yang pas!
Selamat mencoba, dan berhati-hatilah!

Wednesday, May 8, 2013

Teknik Bending pada Harmonika (bag. III)

Melanjutkan tulisan saya sebelumnya, kali ini saya ingin berbagi mengenai tips dan trik untuk melakukan teknik Bending.

Seperti yang sudah pernah saya bahas, ketika seorang pemain harmonika melakukan teknik Bending, sebenarnya dia sedang mengendalikan arah aliran udara yang melewati lubang dan reed. Perubahan arah aliran udara ini dapat terjadi dengan mengubah kombinasi posisi bibir, rongga mulut dan lidah. 

Selanjutnya, kita harus paham reed mana saja yang bisa di"bend". Berdasarkan jenisnya, ada dua jenis Bending, yaitu Draw Bend (bending sedot) dan Blow Bend (bending tiup). Pembagian lubang berdasarkan jenis bending yang dapat diterapkan adalah sebagai berikut : 

  1. Draw Bend : lubang 1, 2, 3, 4, 5 dan 6
  2. Blow Bend : lubang 8, 9 dan 10
>> DRAW BEND

Dalam melakukan Draw Bend, ada salah satu cara yang dapat diterapkan. Bayangkan Anda mengucapkan suku kata ini : "Iiiiii......" lalu dalam sekejap ganti kata itu dengan suku kata ini : "Oooo.....". Coba rasakan betul-betul. Ketika Anda mengubah vokal dari "Iiiii..." ke "Oooo..." secara cepat, dapat Anda rasakan seolah-olah ada bunyi konsonan "Y" di antara vokal "I" dan "O" tersebut. Jadi, secara utuh, Anda seperti mengucapkan kata : "IiiiiiYyyyOoooo....". 
Nah, sekarang, coba Anda lakukan hal itu, tetapi dengan arah udara masuk ke dalam, alias sambil menghirup udara lewat mulut.  Lakukan hal yang sama, ucapkan kata "IiiiiYyyyOoooo....". Rasakan perubahan posisi lidah Anda ketika mengucapkan kata tersebut. Usahakanlah untuk dapat berdiri di depan cermin supaya Anda dapat melihat perubahan posisi antara rongga mulut, rahang dan bibir. Lalu ambil harmonika Anda, dan coba pilih salah satu lubang yang dapat di-Draw Bend, misalnya lubang ke 3. Praktekkan hal sebelumnya, dengan tetap menjaga kekedapan udara di rongga mulut dan seputar bibir. Coba juga untuk dapat menggerakkan rahang Anda ke bawah. Hal ini dilakukan untuk memperbesar rongga mulut Anda. Lakukan secara perlahan dan tak perlu terburu-buru. Ingat, Anda harus rileks dan tak usah bernafsu! Bila Anda belum dapat melakukannya, jangan menyerah! Tetap lakukan, dan lakukan, dan lakukan lagi.....! Ambil istirahat sejenak bila perlu. Setiap orang memiliki kecepatan belajarnya sendiri-sendiri.
Hal yang perlu Anda sadari adalah, perubahan posisi lidah dan rahang itulah yang akan mengubah arah aliran udara yang melewati reed. Anda mungkin tak dapat langsung menghasilkan nada yang akurat, alias hanya bisa membunyikan nada bending secara tak sengaja. Tapi tak jadi masalah, teus mencoba adalah kuncinya!

O ya, saya perlu memberitahu Anda bahwa semakin rendah nada nya (semakin mengarah ke lubang sebelah kiri) maka rongga mulut harus semakin besar, karena butuh "ruang vakum" yang lebih besar untuk menghisap, daripada ketika Anda melakukan Bending pada lubang-lubang  bernada lebih tinggi (misalnya lubang nomor  4 dan 5). Ingat saja prinsip alat suntik seperti yang sudah pernah saya muat dalam tulisan saya sebelumnya.

>> BLOW BEND

Pada prinsipnya, Blow Bend dapat dilakukan juga dengan mengubah posisi bibir, rongga mulut dan lidah. Menurut pengalaman saya, keberhasilan dalam melakukan Blow Bend lebih banyak dipengaruhi oleh perubahan posisi lidah dan bibir. Buatlah seolah-olah bibir dan lidah Anda menjadi keran bagi aliran udara yang Anda tiupkan ke dalam lubang harmonika. Cobalah untuk dapat mengubah-ubah besarnya celah bibir dan juga posisi lidah Anda. Latihan dengan mengucapkan vokal "O" dan "U" mungkin dapat membantu. Intinya sih, volume dan arah aliran udaralah yang harus Anda kendalikan. O ya, bagi pemula, mungkin akan lebih susah melakukan Blow Bend pada lubang ke 10, ketimbang lubang no 8 atau 9. Tapi tak apa...tetaplah mencoba!

Alangkah lebih baik juga bila sembari Anda berlatih, Anda membandingkan nada-nada yang dicari, dengan alat musik lain, seperti gitar atau piano. Ini dapat membantu Anda untuk memastikan apakah nada yang Anda cari sudah betul atau belum.

Berikut ini ada sebuah video tentang tips dan trik melakukan teknik Bending, yang saya buat dengan salah seorang teman di grup Pencinta Harmonika, yaitu mas Risky Virga :


Nah....kalau Anda sudah mencoba berkali-kali namun belum berhasil juga, jangan kecil hati! Saya sendiri baru dapat melakukan teknik Bending setelah 3-4 bulan berlatih terus menerus. Sedangkan, ada teman saya (yang jauh lebih muda) yang sudah dapat melakukannya hanya dalam waktu 2 minggu sejak pertama ia mencobanya....Yah, tiap orang mempunyai waktunya sendiri-sendiri bukan?

Baiklah, semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi Anda yang sedang belajar teknik Bending. Sekali lagi, seperti orang belajar naik sepeda, sekali Anda bisa, saya yakin Anda tak akan pernah lupa caranya. Jadi tetaplah semangat, rileks, jangan tegang dan jangan terburu-buru. Enjoy saja!


SalamSedotSebul!

Wednesday, May 1, 2013

Teknik Bending pada Harmonika (bag. II)

Setelah mengetahui secara sekilas awal mulanya teknik Bending pada harmonika muncul, mari kita membahasnya lebih lanjut. Ini perlu, supaya kita tak hanya sekedar bisa menggunakan teknik tersebut, tetapi juga tahu proses kerja yang terjadi pada sebuah harmonika diatonik, saat teknik ini dilakukan.

Coba kita kembali melihat skema nada-nada yang ada pada sebuah harmonika diatonik.


Kita ambil contoh, pada sebuah harmonika diatonik kunci C, lubang ke 3 bila ditiup akan menghasilkan nada G, sedangkan bila disedot akan menghasilkan nada B. Di antara dua nada itu ada beberapa nada yang hilang. Nah, dengan menggunakan teknik Bending, kita bisa mendapatkan  nada-nada yang hilang tersebut.

Dengan asumsi bahwa Anda sudah memiliki pengetahuan soal nada dan interval nada, sebetulnya bisa dikatakan demikian: teknik Bending adalah sebuah teknik bermain harmonika, untuk mendapatkan nada-nada yang hilang, di antara DUA nada yang tersedia dalam 1 lubang, yang memiliki SELISIH/JARAK/INTERVAL nada. Perlu dipahami bahwa penerapan teknik Bending pada lubang tertentu, akan selalu menghasilkan nada yang lebih rendah daripada nada tertinggi yang dapat dihasilkan pada lubang tersebut.

[Pada contoh sebelumnya, bisa dipahami seperti ini : 
Lubang ke 3 menghasilkan nada tertinggi yaitu nada B (sedot), sedangkan nada terrendahnya adalah nada G (tiup). Dua nada ini mempunyai selisih sebesar 2 nada (B ke A = 1 nada, A ke G = 1 nada),  sehingga dengan teknik Bending, kita bisa membunyikan nada yang lebih rendah dari nada B. Dalam hal ini sebenarnya ada 3 nada KROMATIS yang bisa dihasilkan, yaitu nada A#, A dan G#.]

>> PRINSIP DASAR BENDING <<

Ketika seorang pemain harmonika melakukan teknik Bending, sebenarnya dia sedang mengendalikan aliran udara yang mengalir melewati reed. Pengendalian yang dimaksud adalah pengendalian terhadap arah aliran dan kekedapan udaranya. Bayangkan Anda sedang meminum air menggunakan sedotan. Atau mungkin perhatikan sebuah alat suntik ketika seorang dokter mengambil darah Anda. Proses seperti itulah yang terjadi ketika Anda melakukan Bending. Satu kondisi yang mutlak dipenuhi adalah soal kekedapan udara. Pernahkah Anda meminum air dengan menggunakan sedotan bocor? Susah sekali bukan? Nah, sama juga saat Anda melakukan Bending, Anda harus menjaga supaya aliran udara dalam rongga mulut dan harmonika tidak bocor, alias kedap. Tetapi tidak hanya itu saja. Anda juga harus dapat mengendalikan arah aliran udara yang mengenai reed, dengan mengubah kombinasi posisi lidah, bibir dan rongga mulut.

>> APA YANG SEBENARNYA TERJADI? <<

Ada dua jenis Bending, yang pertama adalah Bending sedot (Draw Bend), yang kedua adalah Bending tiup (Blow Bend). Dari namanya sudah jelas, bahwa Draw Bend diterapkan pada reed sedot, sedangkan Blow Bend pada reed tiup. Namun Anda mungkin akan merasa heran saat mengetahui proses yang sebenarnya terjadi. Ketika Draw Bend dilakukan, reed yang bergetar dan menghasilkan suara justru reed tiup, dan ketika Blow Bend dilakukan, sebaliknya, yang bergetar dan berbunyi adalah reed sedot. Inilah yang perlu dipahami, kaitannya dengan arah aliran udara seperti yang saya sebutkan sebelumnya. Kedengaran aneh? Kalau tak percaya, mari kita simak video dari sang maestro harmonika diatonik, Howard Levy, berikut ini :



Nah, sekarang Anda sudah mendapatkan gambaran mengenai proses yang terjadi saat teknik Bending dilakukan. Berikutnya, akan saya bahas mengenai cara-cara dasar melakukan teknik Bending. Tentunya di tulisan saya selanjutnya. Jadi silakan terus menyimak...!