Suatu hari saya mendapatkan pertanyaan dari seorang teman, yang cukup menggelitik saya.
Pertanyaannya adalah seperti ini : "Kenapa hampir dalam setiap video, Papa Monique selalu menggunakan harmonika yang harganya lumayan mahal? Kenapa tidak menggunakan harmonika yang murah?"
Berdasarkan pertanyaan itu saya jadi berpikir, apa jangan-jangan banyak orang menganggap bahwa permainan harmonika yang bagus itu mutlak ditentukan dari mahal murahnya harmonika yang digunakan, atau dari bagus tidaknya harmonika itu?
Eh, tapi bukan berarti permainan saya bagus lho...hehehehe.....Dan bukan berarti pula saya mau pamer harmonika mahal. Justru ketika awal saya belajar, saya hanya punya beberapa harmonika diatonik kelas bawah. Saya hanya ingin membuktikan bahwa kualitas permainan harmonika seseorang tidak mutlak ditentukan oleh bagus tidaknya,atau mahal murahnya harmonika yang digunakan.
Oleh karena itu saya mencoba membandingkan dua merk harmonika yang beda harganya bagaikan langit dan bumi :p Harmonika yang pertama adalah Hohner MarineBand Deluxe, yang sudah pasti berharga di atas Rp. 500.000,-. Sedangkan yang berikutnya adalah Angel keluaran lama, yang ketika saya beli harganya hanya Rp. 79.000,- Keduanya memiliki kunci yang sama, yaitu kunci F, dan saya gunakan untuk jamming dengan backing track yang sama pula.
O ya, sebagai catatan, harmonika diatonik merk Angel keluaran lama masih terjaga akurasi nadanya bila dibanding dengan produksi mulai sekitar tahun 2012. Seperti yang sudah pernah saya tulis dalam artikel di blog ini, Angel keluaran baru sangatlah parah kualitasnya.
Nah, tanpa perlu berpanjang lebar lagi, saya persilakan Anda menyimak video saya ini, dan ambillah kesimpulan sendiri.....hehehehe....
Salam Sedot Sebul!
Tuesday, February 10, 2015
Primbon Posisi Harmonika Diatonik
Hei!
Apakah Anda mengalami kebingungan ketika hendak menentukan nada dasar saat memainkan harmonika diatonik Anda?
Nah, mungkin saya bisa sedikit membantu Anda. Silakan cermati tabel yang saya buat ini. Dengan tabel ini Anda dapat dengan mudah menentukan nada dasar permainan musik Anda, terkait dengan kunci harmonika diatonik yang Anda miliki. Di kolom sebelah kiri adalah kolom yang menunjukkan kunci harmonika diatonik Anda.
Sedangkan kolom-kolom berikutnya adalah kolom yang menunjukkan posisi bermain harmonika, dan nada dasar yang dapat Anda peroleh dengannya.
Harap diingat, pada posisi pertama, nada dasar didapat dari lubang 4 TIUP. Posisi ke dua, dari lubang 2 SEDOT. Posisi ke tiga,dari lubang 4 SEDOT.
Saya hanya membuat sampai pada posisi 3, karena terus terang ke tiga posisi itulah yang baru bisa saya kuasai. Maklum, namanya juga masih terus belajar.
Nah, silakan simpan tabel ini, atau kalau perlu dicetak dan disimpan di dalam dompet (heheheh....). Sehingga sewaktu-waktu Anda kebingungan menentukan nada dasar, Anda hanya perlu melihat primbon ini. Hahahahaha....!
Semoga berguna ya!
Salam Sedot Sebul!!!
Apakah Anda mengalami kebingungan ketika hendak menentukan nada dasar saat memainkan harmonika diatonik Anda?
Nah, mungkin saya bisa sedikit membantu Anda. Silakan cermati tabel yang saya buat ini. Dengan tabel ini Anda dapat dengan mudah menentukan nada dasar permainan musik Anda, terkait dengan kunci harmonika diatonik yang Anda miliki. Di kolom sebelah kiri adalah kolom yang menunjukkan kunci harmonika diatonik Anda.
Sedangkan kolom-kolom berikutnya adalah kolom yang menunjukkan posisi bermain harmonika, dan nada dasar yang dapat Anda peroleh dengannya.
Harap diingat, pada posisi pertama, nada dasar didapat dari lubang 4 TIUP. Posisi ke dua, dari lubang 2 SEDOT. Posisi ke tiga,dari lubang 4 SEDOT.
Saya hanya membuat sampai pada posisi 3, karena terus terang ke tiga posisi itulah yang baru bisa saya kuasai. Maklum, namanya juga masih terus belajar.
Nah, silakan simpan tabel ini, atau kalau perlu dicetak dan disimpan di dalam dompet (heheheh....). Sehingga sewaktu-waktu Anda kebingungan menentukan nada dasar, Anda hanya perlu melihat primbon ini. Hahahahaha....!
Semoga berguna ya!
Salam Sedot Sebul!!!
Friday, January 30, 2015
Blues Nol Kilometer with Harmonika Jogja
Januari 2015 merupakan bulan yang sangat menyenangkan buat
saya karena saya berkesempatan untuk dapat bertemu dengan teman-teman Pencinta
Harmonika yang ada di kota Jogja,di sela-sela perjalanan dinas saya.
saya karena saya berkesempatan untuk dapat bertemu dengan teman-teman Pencinta
Harmonika yang ada di kota Jogja,di sela-sela perjalanan dinas saya.
Harmonika Jogja adalah sebutan bagi komunitas pencinta
harmonika yang ada di kota Gudeg ini. Miriplah dengan Jakarta Harpist itu,
heheheh…Meski beberapa kali saya sudah pernah bertemu dengan teman-teman pencinta harmonika
yang di Jogja, namun kali ini ternyata bukan mereka yang saya temui.
harmonika yang ada di kota Gudeg ini. Miriplah dengan Jakarta Harpist itu,
heheheh…Meski beberapa kali saya sudah pernah bertemu dengan teman-teman pencinta harmonika
yang di Jogja, namun kali ini ternyata bukan mereka yang saya temui.
Saya kebetulan menginap di daerah Prambanan, yang letaknya
lumayan jauh dari kota Jogja. Tapi ada satu orang sobat harmonika yang kekeuh
mau menjemput saya, namanya bro Harry. Yang lebih edannya, dia ini nge-kost di
Solo, tapi tetap mau ikut kopdaran harmonika di Jogja! Bahkan ternyata, bersama
Pay (Satria Rifai), bro Harry termasuk salah seorang yang menggagas dimulainya
pertemuan rutin harmonika di Jogja. Luar biasa!
lumayan jauh dari kota Jogja. Tapi ada satu orang sobat harmonika yang kekeuh
mau menjemput saya, namanya bro Harry. Yang lebih edannya, dia ini nge-kost di
Solo, tapi tetap mau ikut kopdaran harmonika di Jogja! Bahkan ternyata, bersama
Pay (Satria Rifai), bro Harry termasuk salah seorang yang menggagas dimulainyapertemuan rutin harmonika di Jogja. Luar biasa!
Nah, pada hari Minggu, 25 Januari 2015 yang lalu, ketika
kebetulan saya sedang “off”, saya dijemput Harry dan kami segera meluncur ke
TKP kopdar, yaitu di Taman Budaya. Letaknya di belakang pasar Beringharjo yang
terkenal itu. Jam menunjukkan pukul 3 sore dan hanya ada kami berdua, menunggu selama sekitar 30
menitan. Lalu muncul seseorang yang mengendarai motor dengan memanggul tas
gitar besar. Setelah diamat-amati, ternyata itu adalah masbro Akaa!
kebetulan saya sedang “off”, saya dijemput Harry dan kami segera meluncur ke
TKP kopdar, yaitu di Taman Budaya. Letaknya di belakang pasar Beringharjo yang
terkenal itu. Jam menunjukkan pukul 3 sore dan hanya ada kami berdua, menunggu selama sekitar 30
menitan. Lalu muncul seseorang yang mengendarai motor dengan memanggul tas
gitar besar. Setelah diamat-amati, ternyata itu adalah masbro Akaa!
Yak! Saya yakin beberapa dari Anda pernah melihatnya di
salah satu ajang lomba mencari bakat di televisi. Bila Anda penasaran, silakan
klik tautan ini untuk melihat cuplikannya di Youtube.
salah satu ajang lomba mencari bakat di televisi. Bila Anda penasaran, silakan
klik tautan ini untuk melihat cuplikannya di Youtube.
Berikutnya adalah pak Irwan, seorang pelukis sketsa yang
sangat berbakat. Dengan tampilannya yang khas dan unik, beliau segera menyambut
kami. Tak lama bergabung teman-teman lain seperti Tegar (dan pacarnya), Ardi
Youtube.
sangat berbakat. Dengan tampilannya yang khas dan unik, beliau segera menyambut
kami. Tak lama bergabung teman-teman lain seperti Tegar (dan pacarnya), Ardi
dan Enggal. Enggal inilah yang beberapa waktu lalu membuat film dokumenter
tentang harmonika sebagai satu persyaratan tugas kuliah dan diunggah diYoutube.
Seperti biasa, sedot sebul segera dilakukan! Dan setelahsekitar 3 jam nongkrong, kami semua kelaparan. Sepakat untuk mencari makan,
kami pindah tempat dan meluncur ke arah Kantor Pos Besar, di utara alun-alun.
Yang dituju ternyata sebuah warung angkringan sederhana. Yah, namanya sedang
“guyub” (bahasa Jawa, artinya : akrab), di sela-sela makan malam dan
setelahnyapun kami masih saja sedot sebul, nyanyi-nyanyi dan ketawa-ketawa.
Terutama karena ada mas Akaa Mapan yang (asliiiii) kocak banget!!!!
Seusai makan, tiba-tiba ada ide untuk pindah tempat (lagi!)
ke Nol Kilometer. Nol Kilometer yang dimaksud adalah ujung jalan Malioboro,
persis di perempatan lampu merah Kantor Pos Besar dan Benteng Vredenburg. Lokasi itu sangat ramai dengan orang-orang
yang sedang nongkrong, meski hujan baru saja reda. Nah, di situlah kami punya
ide untuk membuat satu video singkat, merekam semua peserta kopdar yang sedang
bermain harmonika. Berikut ini videonya.
ke Nol Kilometer. Nol Kilometer yang dimaksud adalah ujung jalan Malioboro,
persis di perempatan lampu merah Kantor Pos Besar dan Benteng Vredenburg. Lokasi itu sangat ramai dengan orang-orang
yang sedang nongkrong, meski hujan baru saja reda. Nah, di situlah kami punya
ide untuk membuat satu video singkat, merekam semua peserta kopdar yang sedang
bermain harmonika. Berikut ini videonya.
Tak terasa sudah jam 10 malam! Karena esoknya saya masih
harus bekerja lagi, maka saya segera pamit. Sedih juga ketika harus mengakhiri
keakraban dan kehangatan bersama teman-teman Pencinta Harmonika di Jogja. Namun di mana ada pertemuan, di situ juga
pasti ada perpisahan. Sungguh bersyukur saya berkesempatan untuk bertemu dengan
mereka. Melalui artikel ini saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya
untuk sobat-sobat Harmonika Jogja yang telah menerima saya dengan hangat.
Terima kasih untuk Pak Irwan, Tegar, Ardi, Enggal dan mas Akaa. Terima kasih
special untuk Harry yang sudah bersedia mengantarjemput saya, meski dia sendiri
berdomisili di SOLO!
harus bekerja lagi, maka saya segera pamit. Sedih juga ketika harus mengakhiri
keakraban dan kehangatan bersama teman-teman Pencinta Harmonika di Jogja. Namun di mana ada pertemuan, di situ juga
pasti ada perpisahan. Sungguh bersyukur saya berkesempatan untuk bertemu dengan
mereka. Melalui artikel ini saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya
untuk sobat-sobat Harmonika Jogja yang telah menerima saya dengan hangat.
Terima kasih untuk Pak Irwan, Tegar, Ardi, Enggal dan mas Akaa. Terima kasih
special untuk Harry yang sudah bersedia mengantarjemput saya, meski dia sendiri
berdomisili di SOLO!
Wow, semuanya spesial dan saya tak bisa berkata-kata lebih
banyak lagi! Semoga pertemuan rutin Harmonika Jogja terus berlangsung dan makin
dapat membuat sobat semua saling melengkapi dalam belajar memainkan harmonika.
banyak lagi! Semoga pertemuan rutin Harmonika Jogja terus berlangsung dan makin
dapat membuat sobat semua saling melengkapi dalam belajar memainkan harmonika.
Terima kasih Harmonika Jogja, dan sampai jumpa lagi!!!
Salam Sedot Sebul!
Saturday, January 17, 2015
Jakarta Harpist @Community Hour RRI Pro2FM
Wooohooo...Gerilya Harmonika dimulai lagi...
Kali ini saya bersama dengan beberapa teman mendapat undangan wawancara langsung di RRI Pro 2, dalam sebuah acara yang bertajuk "Community Hour".
Mewakili Jakarta Harpist (Twitter : @Jakartaharpist), ternyata kamilah yang diundang pertama kali di acara ini, di tahun 2015 (hahahah..bangga sedikit lah!). Tadinya kami akan datang berempat, yaitu saya sendiri, Sunu, Rama dan Putut. Namun mendadak Sunu tidak bisa, sehingga kami hanya datang bertiga.
Tapi meski demikian, tak mengurangi semangat kami dalam bergerilya harmonika. Dipandu oleh mbak Mariana dan mas Ferli, setiap pembicaraan berlangsung dengan sangat cair. Pokoknya menyenangkan, deh!
Terima kasih buat RRI Pro 2 yang telah mengijinkan kami ikutan on-air dan terima kasih juga buat mbak Mariana dan mas Ferli yang telah menyambut kami dengan hangat! Semoga berikutnya ada kesempatan bergerilya lagi di radio lain, atau bahkan di stasiun TV lain....wooohhooo....!!!
Salam Sedot Sebul!
*Oh iya, artikel dari RRI Pro 2 tentang wawancara ini bisa dilihat di tautan ini.
Kali ini saya bersama dengan beberapa teman mendapat undangan wawancara langsung di RRI Pro 2, dalam sebuah acara yang bertajuk "Community Hour".
Mewakili Jakarta Harpist (Twitter : @Jakartaharpist), ternyata kamilah yang diundang pertama kali di acara ini, di tahun 2015 (hahahah..bangga sedikit lah!). Tadinya kami akan datang berempat, yaitu saya sendiri, Sunu, Rama dan Putut. Namun mendadak Sunu tidak bisa, sehingga kami hanya datang bertiga.
Tapi meski demikian, tak mengurangi semangat kami dalam bergerilya harmonika. Dipandu oleh mbak Mariana dan mas Ferli, setiap pembicaraan berlangsung dengan sangat cair. Pokoknya menyenangkan, deh!
Terima kasih buat RRI Pro 2 yang telah mengijinkan kami ikutan on-air dan terima kasih juga buat mbak Mariana dan mas Ferli yang telah menyambut kami dengan hangat! Semoga berikutnya ada kesempatan bergerilya lagi di radio lain, atau bahkan di stasiun TV lain....wooohhooo....!!!
Salam Sedot Sebul!
*Oh iya, artikel dari RRI Pro 2 tentang wawancara ini bisa dilihat di tautan ini.
Segara Harmonika....!
Oi...Selamat Tahun Baru 2015 dulu lah ya...! Maaf baru sempat nulis lagi nih...
Artikel kali ini berisi tentang salah satu usaha dalam rangka mengenalkan alat musik Harmonika kepada orang banyak. Usaha kali ini dilakukan oleh masbro Segara "Ega", putra dari penyanyi kenamaan, mas Ebiet G.Ade.
Rupanya masbro Ega yang adalah seorang penyanyi ini juga memainkan harmonika dalam salah satu (atau beberapa?) lagunya...Dalam video singkat di bawah ini, mas Ega dengan cukup jelas menjelaskan tentang harmonika kromatik. Wah, koleksinya lumayan, ada Hohner CX12 dan Suzuki CX-48 kalau tidak salah.
Well, senang bila melihat ada orang yang juga mengenalkan instrumen unik ini kepada khalayak umum. Semoga harmonika makin dikenal oleh masyarakat Indonesia. Sekali lagi ijinkan saya menguacapkan terima kasih kepada masbro Ega yang telah membuat video berikut ini.
Sila disimak!
Salam Sedot Sebul!!!
Artikel kali ini berisi tentang salah satu usaha dalam rangka mengenalkan alat musik Harmonika kepada orang banyak. Usaha kali ini dilakukan oleh masbro Segara "Ega", putra dari penyanyi kenamaan, mas Ebiet G.Ade.
Rupanya masbro Ega yang adalah seorang penyanyi ini juga memainkan harmonika dalam salah satu (atau beberapa?) lagunya...Dalam video singkat di bawah ini, mas Ega dengan cukup jelas menjelaskan tentang harmonika kromatik. Wah, koleksinya lumayan, ada Hohner CX12 dan Suzuki CX-48 kalau tidak salah.
Well, senang bila melihat ada orang yang juga mengenalkan instrumen unik ini kepada khalayak umum. Semoga harmonika makin dikenal oleh masyarakat Indonesia. Sekali lagi ijinkan saya menguacapkan terima kasih kepada masbro Ega yang telah membuat video berikut ini.
Sila disimak!
Salam Sedot Sebul!!!
Tuesday, December 30, 2014
Harmonica Beatles!
Anda tahu Beatles? Tahukah Anda bahwa harmonika juga digunakan dalam beberapa lagu mereka?
Nah, terkait dengan pameran komik interpretasi The Beatles milik salah seorang teman, ternyata dia mendapat undangan wawancara langsung di radio D FM (103.4 FM) dalam acara Beatle Juice, yang dipandu oleh mas Budi Iskandar, awal Desember lalu. Hendy, sang pembuat komik akhirnya mengajak saya dan beberapa teman Pencinta Harmonika, yaitu Sunu & Rama, untuk ikut mengisi di wawancara itu.
Meski secara pribadi saya tak terlalu kenal dengan lagu-lagu The Beatles, tapi tetap saja rasanya seru ketika membawakan lagu-lagu mereka, apalagi dengan aransemen versi kami yang menggunakan harmonika. Berikut salah satu lagu yang kami bawakan, yaitu "In My Life".
O ya, ngomong-ngomong, Hendy kami daulat untuk berperan sebagai vokalis...hahahhaaha....
Sila disimak!
Nah, terkait dengan pameran komik interpretasi The Beatles milik salah seorang teman, ternyata dia mendapat undangan wawancara langsung di radio D FM (103.4 FM) dalam acara Beatle Juice, yang dipandu oleh mas Budi Iskandar, awal Desember lalu. Hendy, sang pembuat komik akhirnya mengajak saya dan beberapa teman Pencinta Harmonika, yaitu Sunu & Rama, untuk ikut mengisi di wawancara itu.
Meski secara pribadi saya tak terlalu kenal dengan lagu-lagu The Beatles, tapi tetap saja rasanya seru ketika membawakan lagu-lagu mereka, apalagi dengan aransemen versi kami yang menggunakan harmonika. Berikut salah satu lagu yang kami bawakan, yaitu "In My Life".
O ya, ngomong-ngomong, Hendy kami daulat untuk berperan sebagai vokalis...hahahhaaha....
Sila disimak!
Hohner MarineBand Crossover
Dalam artikel ini saya ingin membahas mengenai harmonika diatonik merk Hohner, dari keluarga MarineBand yang sangat legendaris itu. Sebenarnya
dalam keluarga MarineBand, ada beberapa tipe yang diproduksi oleh Hohner,
antara lain MarineBand Classic, MarineBand Deluxe dan MarineBand Crossover.
Nah, kebetulan saya punya MarineBand Deluxe dan Crossover. Maka ijinkan saya
untuk memberikan pendapat saya mengenai ke dua tipe MarineBand tersebut. Kali
ini yang saya bahas adalah Hohner MarineBand Crossover.
Crossover adalah favorit saya sampai sejauh ini. Pertama,
karena comb nya terbuat bukan dari kayu ataupun plastik, yang ke dua karena
suaranya bikin merinding!
Ya! Comb Crossover terbuat dari bambu! Bambu yang diberi
lapisan (laminated bamboo), lebih tepatnya. Anda dapat dengan mudah melihat pola
serat bambu pada comb nya.Lapisan ini diberikan supaya comb Crossover tidak
mudah lembab karena cairan, dalam hal ini air liur si pemain. Percaya atau
tidak, meski comb Crossover terbuat dari bambu, namun kualitas suaranya dapat
dikatakan mirip dengan harmonika yang memiliki comb dengan material kayu,
seperti MarineBand Classic contohnya. Warna suara yang dihasilkan oleh
Crossover ini sangat khas. Kalau boleh dibilang, termasuk “nakal & kotor”…hehehehe…Kata
orang Jawa, “Kemranyas”! Ditambah lagi dengan cover plate yang memiliki bukaan
belakang yang lebih “mangap”, membuat Crossover sangat enak untuk memainkan musik
Blues. Namun demikian, memainkan musik Jazz dengan menggunakan Crossover juga
tak kalah asyiknya. Rupanya Crossover dibuat untuk dapat cocok dengan musik
lain selain Blues.
Satu keunggulan Crossover dibanding MarineBand Classic
ataupun Deluxe terletak pada cover plate nya. Cover plate Crossover dipasang
dengan menggunakan baut. Artinya, kita dapat lebih leluasa membongkarpasang
cover plate harmonika ini. Tak seperti saudara-saudaranya yang menggunakan paku
untuk memasang cover platenya.
Bila Anda membeli Crossover, maka Anda akan mendapatkan
kantong khusus lengkap dengan retsleting, yang dapat dipasang pada ikat
pinggang Anda. Enaknya adalah, Anda dapat membawa si Crossover ini ke manapun
Anda pergi.
Semua hal tersebut membuat saya lebih sering membawa
Crossover ke mana-mana, karena memang saya sangat menyukai harmonika ini.
Satu-satunya yang sedikit membuat saya keberatan, seperti biasa adalah
harganya! Hahahahah……Tapi memang ada harga, ada kualitas….Sangat memuaskan sih,
jadi ya tak perlu menyesal…
Untuk lebih dapat mengetahui kualitas suara Crossover ini,
sila disimak salah satu video saya di Youtube. Dapat Anda dengar bahkan ketika
saya bermain di ruang yang sangat terbuka dan bisingpun suara Crossover masih
terdengar “galak”. Pada intinya, saya sangat merekomendasikan teman-teman untuk
membeli Crossover, dengan catatan, memang Anda harus menyiapkan dana yang tak
sedikit. Namun itu semua akan terbayar dengan kualitas yang Anda dapatkan.
Tunggu apa lagi?
Subscribe to:
Posts (Atom)

