Yup!
Liburan Natal yang lalu saya berkesempatan untuk pergi ke Jogja, walau tak lama, hanya sekitar 3 hari saja. Tanpa banyak pikir, segera menghubungi beberapa teman pencinta harmonika yang ada di Jogja, maupun yang sedang pergi ke Jogja, tentu saja untuk melakukan kopdar, alias kopi darat.
Kopdar tersebut mengambil tempat di sebuah angkringan yang terletak di depan kantor harian Kedaulatan Rakyat, dan lebih dikenal dengan nama "Angkringan KR". Tongkrongan ini terletak di Jl. Mangkubumi, yang masih segaris dengan Jl. Malioboro, namun terpisah oleh rel kereta api Stasiun Tugu.
Agak repot juga mencari tempat nongkrong, karena malam itu masih dalam suasana liburan, sehingga tikar-tikar yang tersedia pun penuh sesak. Untung saja kami menemukan satu "kapling" yang kosong, dan langsung kami tempati. Yang jadi masalah adalah mencari orang-orang yang hendak datang. Ya, karena kami belum pernah saling bertemu, hanya lewat FB saja. Kecuali Sunu, yang asli Jogja namun sedang berdomisili di Jakarta dan sering nongkrong bareng saya (lihat video-video saya saat jamming bersamanya).
Namun ada satu orang yang kreatif memberikan tanda. Dia duduk di pinggir trotoar, dan membunyikan harmonikanya keras-keras. Sontak saja kami langsung mengenalinya. Hahahaha...sebuah cara yang ampuh untuk memanggil "kawanan" pencinta harmonika.
Dengan adanya 1 tambahan orang lagi, kami nongkrong berempat.
Kami bicara ngalor ngidul sambil menyantap nasi kucing ala angkringan, dan berdiskusi soal harmonika tentunya. Tak ketinggalan jamming bersama, yang sama sekali tak mengindahkan kaidah "solo jamming" ...hahahaha....Tak apalah, namanya juga masih amatir.
Namun yang menarik adalah saat kami menyaksikan salah seorang rekan menunjukkan sebuah alat sederhana untuk merekam permainan harmonikanya sendiri. Alat unik tersebut terbuat dari bahan sederhana yang mudah didapatkan. Lumayan ampuh juga, karena alat tersebut ditempelkan pada sebuah smartphone yang berfungsi sebagai perekamnya.
Singkat kata, pertemuan malam itu sungguh "guyub" (akrab) dan dipenuhi dengan canda tawa plus obrolan serius seputar harmonika. Mungkin yang datang hanya 4 orang, namun saya punya mimpi dan keyakinan, lain waktu peserta kopdar pasti akan lebih banyak lagi. Maklum, kopdar yang satu ini boleh dibilang agak dadakan.
Yah, saya berharap sih, para pencinta harmonika yang ada di Jogja dan sekitarnya dapat segera mewujudkan pertemuan rutin mereka.
Tentu saja saya juga ingin ikut bergabung...hehehhee......*asal dapat liburnya*.....:p
Terima kasih kepada mas Sunu, mas Mujib dan mas Rifai yang bersedia hadir dalam kopdar malam itu. Ke depannya, semoga virus sebul sedot dapat semakin meracuni masyarakan Jogja juga.
Lanjutkan!!!!
Salam Sedot Sebul
Saturday, January 4, 2014
Wednesday, January 1, 2014
Hohner Golden Melody
Suara Emas!
Yak, dua kata itulah yang kira-kira dapat menggambarkan produk Hohner yang bernama Golden Melody.
Harmonika diatonik yang satu ini memiliki bentuk unik, cenderung retro ala tahun 1950an, tak memiliki ujung persegi, tapi justru membulat.
Sesuai dengan namanya, Golden Melody memang dibuat sebagai harmonika yang digunakan untuk memainkan peran sebagai "lead melody". Buktinya, Golden Melody memiliki jenis tuning yang Equal Temperament, artinya, bila diukur secara rinci, frekuensi setiap nadanya sangat presisi (tak seperti harmonika diatonik yang lain, yang memiliki tuning Just Intonation, yang frekuensinya tidak pas betul, tapi justru lebih enak untuk memainkan kord).Tapi bukan berarti Hohner Golden Melody tak bisa digunakan untuk bermain Blues. Cuma memang masih kalah "kotor" bila dibanding dengan seri Marine Band.
Kalau boleh memberikan sedikit ulasan, Golden Melody memiliki airtightness yang yahud. Mungkin inilah sebabnya orang sampai bilang Golden Melody sangat mungkin di-overblow tanpa harus di-gapping (padahal sampai sekarang saya masih belum bisa juga...hahahahha....).
Frekuensi yang presisi memang enak untuk memainkan melodi-melodi yang cenderung jazzy. Karakter suaranya kadang menurut saya agak mirip dengan saksofon.Cukup keras walau tak se"nakal" karakter suara harmonika dengan comb kayu. Dilengkapi dengan comb plastik warna merah, Golden Melody memiliki kualitas khas Hohner yang memang tak bisa diingkari.
Beberapa pemain harmonika kelas dunia menggunakan harmonika jenis ini, antara lain Buddy Greene, Todd Parrot, bahkan sobat kita Reyharp, juga menggunakannya.
Dengan harga kurang dari Rp. 500.000,- saya rasa Golden Melody layak dimiliki setiap pemain harmonika.
Coba saja kalau tak percaya!
Coba saja kalau tak percaya!
Sunday, December 15, 2013
Teknik Vibrato pada Harmonika Diatonik
Ah, akhirnya satu hutang sudah bisa saya lunasi!
Sudah lama saya hendak membuat video tutorial tentang salah satu teknik bermain harmonika diatonik yang ditanyakan oleh beberapa teman, baik di grup FB maupun di blog ini.
Teknik tersebut adalah teknik Vibrato. Teknik Vibrato pada harmonika diatonik pada intinya akan menghasilkan perubahan pada suara yang dihasilkan. Perubahan yang terjadi adalah perubahan tinggi rendah nada atau pitch nada secara berulang-ulang. Perubahan itu sebenanya tak perlu terlalu besar, namun cukup dapat memberikan warna pada permainan harmonika kita.
Sejauh yang saya tahu, ada dua macam teknik dasar vibrato, yaitu vibrato yang menggunakan lidah (Tongue Vibrato) dan tenggorokan (Throat Vibrato). Biasanya vibrato digunakan pada akhir suatu baris lagu, dan karena berfungsi sebagai pemanis, vibrato justru tidak disarankan untuk dilakukan di sepanjang baris atau bahkan lagu....:)
Hmmm...tanpa perlu berpanjang-panjang, lebih baik saksikan video singkat berikut ini. Keraskan sedikit volume speaker Anda, karena (mohon maaf) audionya mungkin agak kurang keras. Mohon maaf pula bila masih terdapat kekurangan di sana-sini. Saya hanya sekedar ingin berbagi, dan semoga teman-teman semua dapat merasakan manfaatnya.
O, ya, pada video ini saya menggunakan harmonika kunci A, sehingga, saat saya memainkan 2nd Position, maka nada dasarnya adalah do= E.
Selamat menyaksikan!
Sudah lama saya hendak membuat video tutorial tentang salah satu teknik bermain harmonika diatonik yang ditanyakan oleh beberapa teman, baik di grup FB maupun di blog ini.
Teknik tersebut adalah teknik Vibrato. Teknik Vibrato pada harmonika diatonik pada intinya akan menghasilkan perubahan pada suara yang dihasilkan. Perubahan yang terjadi adalah perubahan tinggi rendah nada atau pitch nada secara berulang-ulang. Perubahan itu sebenanya tak perlu terlalu besar, namun cukup dapat memberikan warna pada permainan harmonika kita.
Sejauh yang saya tahu, ada dua macam teknik dasar vibrato, yaitu vibrato yang menggunakan lidah (Tongue Vibrato) dan tenggorokan (Throat Vibrato). Biasanya vibrato digunakan pada akhir suatu baris lagu, dan karena berfungsi sebagai pemanis, vibrato justru tidak disarankan untuk dilakukan di sepanjang baris atau bahkan lagu....:)
Hmmm...tanpa perlu berpanjang-panjang, lebih baik saksikan video singkat berikut ini. Keraskan sedikit volume speaker Anda, karena (mohon maaf) audionya mungkin agak kurang keras. Mohon maaf pula bila masih terdapat kekurangan di sana-sini. Saya hanya sekedar ingin berbagi, dan semoga teman-teman semua dapat merasakan manfaatnya.
O, ya, pada video ini saya menggunakan harmonika kunci A, sehingga, saat saya memainkan 2nd Position, maka nada dasarnya adalah do= E.
Selamat menyaksikan!
Monday, November 25, 2013
Duta Besar Harmonika Indonesia
Sobat kita, Reyharp, kembali membuat gebrakan!
Beberapa minggu yang lalu (akhir Oktober sampai awal November 2013) Rey mengikuti festival harmonika bergengsi, yaitu World Harmonica Festival 2013.
Yup! Festival keren ini diadakan di kota tempat lahirnya harmonika merk Hohner, yaitu di Trossingen. Reyharp, yang adalah juga seorang endorsee Hohner, adalah satu-satunya peserta dari Indonesia yang mengikuti festival ini.
Meskipun dia berangkat secara perseorangan, dan tidak mewakili suatu asosiasi tertentu, namun kalau boleh saya bilang, Reyharp adalah seorang Duta Besar Harmonika dari Indonesia, di kancah internasional!
Hasilnyapun luar biasa. Reyharp menempati posisi ke 6 pada kategori Solo Diatonic Blues/Rock/Folk/Country. Bayangkan, satu-satunya wakil dari Indonesia, masih sangat muda, tapi bisa menunjukkan taringnya di festival kelas dunia. Kalaupun posisinya masih di luar 5 besar, tak berarti kehadirannya pantas diabaikan!
Sekali lagi Reyharp membuktikan bahwa masih ada anak muda Indonesia yang bisa dan berani berkarya sampai ke dunia internasional. Satu hal yang patut dipertimbangkan, sepertinya para pencinta harmonika di Indonesia perlu memikirkan untuk membuat satu wadah resmi yang dapat menjadi wahana bagi anggotanya, bila ingin mengikuti festival-festival semacam ini. Paling tidak, bila ada organisasinya, Indonesia mulai akan dipandang oleh negara-negara lain, khususnya dalam dunia per-harmonika-an....ehehehe...
Well, saya ikut merasa bangga akan hasil yang boleh diraih Reyharp. Semoga ke depan, Reyharp dapat menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia punya pemain-pemain harmonika berbakat yang tidak kalah gaharnya dengan harpist luar negeri.
Semoga juga semangat Rey menular pada anak-anak Indonesia yang lain, supaya virus sedot sebul makin tersebar.
Semangat Rey!!!!!!
Beberapa minggu yang lalu (akhir Oktober sampai awal November 2013) Rey mengikuti festival harmonika bergengsi, yaitu World Harmonica Festival 2013.
Yup! Festival keren ini diadakan di kota tempat lahirnya harmonika merk Hohner, yaitu di Trossingen. Reyharp, yang adalah juga seorang endorsee Hohner, adalah satu-satunya peserta dari Indonesia yang mengikuti festival ini.
Meskipun dia berangkat secara perseorangan, dan tidak mewakili suatu asosiasi tertentu, namun kalau boleh saya bilang, Reyharp adalah seorang Duta Besar Harmonika dari Indonesia, di kancah internasional!
Hasilnyapun luar biasa. Reyharp menempati posisi ke 6 pada kategori Solo Diatonic Blues/Rock/Folk/Country. Bayangkan, satu-satunya wakil dari Indonesia, masih sangat muda, tapi bisa menunjukkan taringnya di festival kelas dunia. Kalaupun posisinya masih di luar 5 besar, tak berarti kehadirannya pantas diabaikan!
Sekali lagi Reyharp membuktikan bahwa masih ada anak muda Indonesia yang bisa dan berani berkarya sampai ke dunia internasional. Satu hal yang patut dipertimbangkan, sepertinya para pencinta harmonika di Indonesia perlu memikirkan untuk membuat satu wadah resmi yang dapat menjadi wahana bagi anggotanya, bila ingin mengikuti festival-festival semacam ini. Paling tidak, bila ada organisasinya, Indonesia mulai akan dipandang oleh negara-negara lain, khususnya dalam dunia per-harmonika-an....ehehehe...
Well, saya ikut merasa bangga akan hasil yang boleh diraih Reyharp. Semoga ke depan, Reyharp dapat menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia punya pemain-pemain harmonika berbakat yang tidak kalah gaharnya dengan harpist luar negeri.
Semoga juga semangat Rey menular pada anak-anak Indonesia yang lain, supaya virus sedot sebul makin tersebar.
Semangat Rey!!!!!!
Sunday, October 27, 2013
Bengawan Solo CongHar
CongHar?
Hahahaha....ya, CongHar itu Keroncong Harmonika....maksud saya adalah, memainkan lagu yang bernuansa Keroncong dengan menggunakan harmonika.
Saya iseng-iseng mencoba untuk memainkan lagu Bengawan Solo, yang notabene adalah sebuah lagu Keroncong ciptaan pak Gesang, dengan memakai harmonika diatonik saya, yaitu Suzuki Harpmaster.
Yah, mungkin kedengarannya kurang lazim, tapi tak apalah...namanya juga berusaha mengeksplorasi....Paling tidak, saya membuktikan bahwa lagu-lagu Indonesia bisa juga dibawakan dengan menggunakan harmonika.
Dalam video ini, backing track yang saya gunakan saya buat dengan bantuan gitar tua saya, yaitu Yamaha CG-50 dan sebuah Handycam sederhana. Tinggal cari tempat yang aman (aman dari omelan orang-orang rumah, maksudnya...hehehe...) dan sedot sebulpun bisa dimulai!
Silakan dinikmati, dan mohon maaf bila banyak terdengar salah di sana-sini...
Hahahaha....ya, CongHar itu Keroncong Harmonika....maksud saya adalah, memainkan lagu yang bernuansa Keroncong dengan menggunakan harmonika.
Saya iseng-iseng mencoba untuk memainkan lagu Bengawan Solo, yang notabene adalah sebuah lagu Keroncong ciptaan pak Gesang, dengan memakai harmonika diatonik saya, yaitu Suzuki Harpmaster.
Yah, mungkin kedengarannya kurang lazim, tapi tak apalah...namanya juga berusaha mengeksplorasi....Paling tidak, saya membuktikan bahwa lagu-lagu Indonesia bisa juga dibawakan dengan menggunakan harmonika.
Dalam video ini, backing track yang saya gunakan saya buat dengan bantuan gitar tua saya, yaitu Yamaha CG-50 dan sebuah Handycam sederhana. Tinggal cari tempat yang aman (aman dari omelan orang-orang rumah, maksudnya...hehehe...) dan sedot sebulpun bisa dimulai!
Silakan dinikmati, dan mohon maaf bila banyak terdengar salah di sana-sini...
SalamSedotSebul!
Monday, October 21, 2013
Kompor Meledug dan Harmonika!
Wanita dan harmonika = SEKSI!
Ya, demikian kata sang pembawa acara The Voice Indonesa, saat salah seorang kontestan membawakan lagu milik alm. Benyamin Sueb, yang berjudul "Kompor Meleduk" dengan gaya Blues yang sangat kental.
Yang bikin jadi lebih heboh adalah karena sang kontestan, yang kebetulan seorang "Blues Lady" manis, memainkan harmonika di beberapa bagian lagu. Sontak nuansa Blues menjadi tak tertahankan!
Sang kontestan yang saya maksud adalah mbak Dita Saferina, salah seorang rekan di grup FB Pencinta Harmonika, dan adalah seorang penyanyi yang sangat dekat dengan Blues Music. Mbak Dita yang multitalented ini membawakan lagu "Kompor Meleduk" dengan sangat energik dan luwes. Seorang wanita, yang bersuara bagus, bisa memainkan gitar, dan yang paling parah, bisa memainkan harmonika! Kurang apa lagi coba? Kombinasi maut yang sangat sukar dihindari...ahhahaha....
Lihat saja video berikut ini :
Mbak Dita, saat saya tanya, mengaku cenderung suka memainkan harmonika diatonik keluaran Lee Oskar (Tombo). Memang betul, terlihat sekilas penampakan harmonika Lee Oskar milik mbak Dita, dengan tulisan kunci nada dasar pada bagian sampingnya.
Yah, meskipun mungkin mbak Dita belum berhasil memenangkan lomba tersebut, tetapi tetap saja, mbak Dita dengan musik Blues-nya tak bisa dilihat sebelah mata. Bisa jadi karena belum banyak orang Indonesia yang mengenal musik Blues. Tapi bagi saya, mbak Dita adalah salah satu orang yang berhasil mencuri perhatian banyak orang dengan musik Bluesnya, dan (tentu saja) : harmonikanya! Saya berharap mbak Dita tetap jaya dalam bermusik, dan kiranya dapat menjadi salah satu agen penular virus sedot sebul di Indonesia.
Ngomong-ngomong, saya sih setuju dengan rumus ini : Wanita + Harmonika = Seksi.
Lha tapi kalau Pria + Harmonika, jadinya apa ya? Hahahahhahahahhaha..............
SalamSedotSebul!
*Sukses selalu buat mbak Dita. Terus bermusik dan (semoga) terus menyedot dan menyebul wafer diatoniknya......!!!
Ya, demikian kata sang pembawa acara The Voice Indonesa, saat salah seorang kontestan membawakan lagu milik alm. Benyamin Sueb, yang berjudul "Kompor Meleduk" dengan gaya Blues yang sangat kental.
Yang bikin jadi lebih heboh adalah karena sang kontestan, yang kebetulan seorang "Blues Lady" manis, memainkan harmonika di beberapa bagian lagu. Sontak nuansa Blues menjadi tak tertahankan!
Sang kontestan yang saya maksud adalah mbak Dita Saferina, salah seorang rekan di grup FB Pencinta Harmonika, dan adalah seorang penyanyi yang sangat dekat dengan Blues Music. Mbak Dita yang multitalented ini membawakan lagu "Kompor Meleduk" dengan sangat energik dan luwes. Seorang wanita, yang bersuara bagus, bisa memainkan gitar, dan yang paling parah, bisa memainkan harmonika! Kurang apa lagi coba? Kombinasi maut yang sangat sukar dihindari...ahhahaha....
Lihat saja video berikut ini :
Mbak Dita, saat saya tanya, mengaku cenderung suka memainkan harmonika diatonik keluaran Lee Oskar (Tombo). Memang betul, terlihat sekilas penampakan harmonika Lee Oskar milik mbak Dita, dengan tulisan kunci nada dasar pada bagian sampingnya.
Yah, meskipun mungkin mbak Dita belum berhasil memenangkan lomba tersebut, tetapi tetap saja, mbak Dita dengan musik Blues-nya tak bisa dilihat sebelah mata. Bisa jadi karena belum banyak orang Indonesia yang mengenal musik Blues. Tapi bagi saya, mbak Dita adalah salah satu orang yang berhasil mencuri perhatian banyak orang dengan musik Bluesnya, dan (tentu saja) : harmonikanya! Saya berharap mbak Dita tetap jaya dalam bermusik, dan kiranya dapat menjadi salah satu agen penular virus sedot sebul di Indonesia.
Ngomong-ngomong, saya sih setuju dengan rumus ini : Wanita + Harmonika = Seksi.
Lha tapi kalau Pria + Harmonika, jadinya apa ya? Hahahahhahahahhaha..............
SalamSedotSebul!
*Sukses selalu buat mbak Dita. Terus bermusik dan (semoga) terus menyedot dan menyebul wafer diatoniknya......!!!
Monday, October 7, 2013
Jangan takut belajar harmonika!
Apakah Anda sedang mengalami stres karena menemui banyak kesulitan dalam belajar memainkan harmonika? Frustrasi karena tak kunjung menguasai teknik-teknik yang sudah diidam-idamkan sejak lama?
Anda tak sendirian. Ada banyak orang yang mengalami hal yang sama.
Tapi jangan kuatir, sulit bukan berarti tak mungkin. Bukan juga berarti Anda sudah tervonis tidak bisa memainkan harmonika.
Ada salah seorang rekan di grup PH yang mungkin dapat memberikan inspirasi bagi Anda semua. Beliau membuat sebuah video singkat yang judulnya saja sudah dapat mewakili perasaan sang pembuat video : "Belajar Harmonika Diatonic Susaaah!"
Tapi tunggu dulu, walaupun dia mengaku mengalami kesulitan dalam memainkan harmonika diatonik, pada bagian berikutnya Anda dapat melihat bagaimana dia beralih ke harmonika tremolo dan memainkan sebuah lagu yang tak asing lagi. Ya! Soundtrack film "Titanic" dia bawakan dengan penuh penghayatan, dan tak nampak sedikitpun kesulitan yang dia alami. Terlihat dia begitu menikmati setiap nada yang keluar dari harmonikanya.
Mungkin memang dia sedang "apes" karena merk harmonika diatonik yang dia gunakan adalah ANGEL! Hahaha...seperti yang sudah sering saya bahas, harmonika merk ANGEL bukanlah merk yang direkomendasikan bagi pemula saat belajar harmonika diatonik. Beliau juga membuktikan betapa nada-nada yang dihasilkan oleh harmonika ANGEL benar-benar tidak pas!
Nah, maksud saya adalah, ketika Anda frustrasi karena kerap menemui kesulitan saat belajar harmonika, cobalah untuk tenang, rileks dan enjoy! Nikmati saja prosesnya. Tumbuhkan rasa percaya diri Anda dengan mengatakan : "Ya...mungkin saat ini saya belum bisa. Tetapi suatu saat saya pasti bisa!!!"
Masbro yang muncul dalam video ini benar-benar memberi contoh nyata bagaimana dia bisa menikmati proses belajar harmonika. Bahkan kalau boleh saya bilang, masbro yang satu ini sangat percaya diri, sampai-sampai gayanyapun meyakinkan. Sentuhan humornya yang menggelitik sungguh membuat saya tertawa. Bukan karena kesulitan yang dia hadapi, tapi karena sikap dan cara pandangnya yang sungguh positif.
Jadi saya sarankan Anda untuk tetap santai dan menikmati setiap langkah belajar yang musti ditempuh. Saya yakin tahap demi tahap akan dapat Anda lalui. Nah, sekarang teruslah belajar dan jangan menyerah.
Salam Sedot Sebul!
*Terima kasih kepada masbro Pujakesuma yang telah membuat video tersebut dan memberikan inspirasi bagi saya. Saya percaya kemampuannya akan berkembang seiring waktu berjalan!
Anda tak sendirian. Ada banyak orang yang mengalami hal yang sama.
Tapi jangan kuatir, sulit bukan berarti tak mungkin. Bukan juga berarti Anda sudah tervonis tidak bisa memainkan harmonika.
Ada salah seorang rekan di grup PH yang mungkin dapat memberikan inspirasi bagi Anda semua. Beliau membuat sebuah video singkat yang judulnya saja sudah dapat mewakili perasaan sang pembuat video : "Belajar Harmonika Diatonic Susaaah!"
Tapi tunggu dulu, walaupun dia mengaku mengalami kesulitan dalam memainkan harmonika diatonik, pada bagian berikutnya Anda dapat melihat bagaimana dia beralih ke harmonika tremolo dan memainkan sebuah lagu yang tak asing lagi. Ya! Soundtrack film "Titanic" dia bawakan dengan penuh penghayatan, dan tak nampak sedikitpun kesulitan yang dia alami. Terlihat dia begitu menikmati setiap nada yang keluar dari harmonikanya.
Mungkin memang dia sedang "apes" karena merk harmonika diatonik yang dia gunakan adalah ANGEL! Hahaha...seperti yang sudah sering saya bahas, harmonika merk ANGEL bukanlah merk yang direkomendasikan bagi pemula saat belajar harmonika diatonik. Beliau juga membuktikan betapa nada-nada yang dihasilkan oleh harmonika ANGEL benar-benar tidak pas!
Nah, maksud saya adalah, ketika Anda frustrasi karena kerap menemui kesulitan saat belajar harmonika, cobalah untuk tenang, rileks dan enjoy! Nikmati saja prosesnya. Tumbuhkan rasa percaya diri Anda dengan mengatakan : "Ya...mungkin saat ini saya belum bisa. Tetapi suatu saat saya pasti bisa!!!"
Masbro yang muncul dalam video ini benar-benar memberi contoh nyata bagaimana dia bisa menikmati proses belajar harmonika. Bahkan kalau boleh saya bilang, masbro yang satu ini sangat percaya diri, sampai-sampai gayanyapun meyakinkan. Sentuhan humornya yang menggelitik sungguh membuat saya tertawa. Bukan karena kesulitan yang dia hadapi, tapi karena sikap dan cara pandangnya yang sungguh positif.
Jadi saya sarankan Anda untuk tetap santai dan menikmati setiap langkah belajar yang musti ditempuh. Saya yakin tahap demi tahap akan dapat Anda lalui. Nah, sekarang teruslah belajar dan jangan menyerah.
Salam Sedot Sebul!
*Terima kasih kepada masbro Pujakesuma yang telah membuat video tersebut dan memberikan inspirasi bagi saya. Saya percaya kemampuannya akan berkembang seiring waktu berjalan!
Subscribe to:
Posts (Atom)


