Nah, mungkin ada satu jenis harmonika yang layak Anda coba.
Namanya adalah : Suzuki Folkmaster (kode : 1072).
Folkmaster adalah tipe harmonika keluaran Suzuki yang termasuk dalam
kelas “entry level”. Harmonika tipe ini relatif
mudah ditemukan. Kalau di kota Anda ada
toko buku Gramedia, biasanya di toko tersebut juga terdapat gerai MG Sport
& Music, yang menyediakan alat-alat olah raga dan musik. Biasanya, Suzuki
Folkmaster dijual di gerai semacam itu. Harga terakhir yang saya tahu (sekitar
awal tahun 2013) adalah Rp. 75.000,00. Berikut ini saya ingin berbagi mengenai harmonika tipe ini,
berdasarkan pengalaman saya memiliki dan memainkannya selama ini.
Suzuki Folkmaster
dijual lengkap dengan kotak penyimpan yang terbuat dari plastik berwarna
coklat. Harmonika ini memiliki bentuk yang mengacu pada harmonika-harmonika diatonik klasik. Comb nya terbuat dari plastik, dan cover plate nya dihiasi dengan
ukir-ukiran yang semakin mempertegas kesan klasik tersebut. Reed plate yang
dimiliki oleh Folkmaster tidak tertutup penuh oleh cover plate dan comb nya. Tepian
bagian depan dibiarkan “nongol” keluar. Bagi Anda yang baru pertama kali
memainkan harmonika, mungkin akan merasakan sebuah sensasi aneh saat mulut Anda
bersinggungan dengan harmonika tersebut. Sensasi yang saya maksud adalah, rasa
dan aroma logam yang sangat kentara di mulut Anda. Yah, menurut pengalaman saya
sih, begitu. Mungkin karena tepian reed plate yang terbuat dari kuningan itu
cenderung menjorok keluar. .Menurut saya juga, struktur dan desain seperti itu
akan mudah membuat bibir Anda terasa kurang nyaman, atau kalau boleh dikatakan
secara humor, harmonika ini mudah membuat bibir Anda menjadi “jontor”…hahahahha….
Soal kualitas suara, desain cover plate bagian belakang yang
cenderung membuka, lumayan dapat menghasilkan volume suara yang keras. Yah, tergantung cara memainkannya juga sih...! Tetapi dengan teknik yang benar,
harmonika ini dapat menghasilkan suara yang keras.
Kembali kepada desain dan struktur reed plate, bagi saya
Suzuki Folkmaster mempunyai airtightness yang kurang baik. Kalau Anda bongkar
dalamnya, dapat Anda lihat bahwa comb nya sangat mirip dengan bentuk sisir,
alias bagian depannya memang terbuka. Ditambah lagi reed plate yang terpasang
diatas comb dan tepiannya cenderung keluar, membuat udara masih bisa menerobos.
Akibatnya, bila Anda adalah seorang pemula dan sedang mempelajari teknik
Bending, menurut saya Suzuki Folkmaster akan
membuat Anda cukup kerepotan. Tetapi itu juga tergantung kemampuan dan
keteguhan hati si pemain…hehehehe….Jadi jangan lantas menyerah!Pada akhirnya, Suzuki Folkmaster, sebagai harmonika berharga di bawah Rp. 100.000,00, tak serta merta mengecewakan. Yang pasti, Suzuki sebagai salah satu produsen harmonika terkemuka di dunia, tak perlu diragukan lagi konsistensinya dalam menjaga kualitas, kerapian dan tingkat akurasi dari setiap produknya. Tak terkecuali tipe Folkmaster. Kerapian dan akurasi pemasangan setiap reed sangat terjamin. Jadi, tak ada salahnya juga bila Anda berniat mulai belajar harmonika diatonik dengan menggunakan Suzuki Folkmaster tersebut.
Jangan cuma dengarkan apa yang saya katakan! Silakan coba sendiri...xixixix....
Selamat mencoba!











